NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Kabupaten Nganjuk mencetak sejarah kemarin. Nganjuk menjadi pemerintah daerah (pemda) pertama yang melaunching Gerakan Teplek’an untuk membantu warga terdampak Covid-19. Launching dilaksanakan di Pendapa Kabupaten Nganjuk sekitar pukul 09.00 WIB. “Gerakan Teplek’an Wong Nganjuk Peduli Covid-19 ini adalah yang pertama di Indonesia,” ujar Marhaen.
Teplek’an atau juga dikenal dengan nama Keplekan ini adalah sebuah gerakan untuk menggugah kepedulian masyarakat Kabupaten Nganjuk kepada tetangganya yang terkena dampak Covid-19. Seperti, sakit karena Covid-19, harus menjalani isolasi mandiri, kehilangan pekerjaan, dan bangkrut. Dengan Teplek’an, maka uang atau barang yang terkumpul akan disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan. Sehingga, akan meringankan beban mereka. “Kami ingin menumbuhkan semangat gotong royong di masyarakat,” ujarnya.
Untuk sumbangan di Teplek’an adalah sukarela. Bisa uang atau barang. Semua sumbangan berupa uang akan dibelanjakan ke warung kelontong di Kabupaten Nganjuk. Sehingga, bisa membantu pedagang kelontong di Nganjuk. “Masak kita tega melihat tetangga kita kelaparan. Makanya monggo ikut Teplek’an,” ajak Marhaen.
Untuk transparasi sumbangan yang masuk dan pengeluaran, politisi dari PDI Perjuangan ini meminta setiap hari diupdate oleh panitia. Kemudian, akan dipublikasikan di Jawa Pos Radar Nganjuk. “Kami kerja sama dengan Radar Nganjuk untuk Gerakan Teplek’an ini,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Nganjuk Tatit Heru Tjahjono mendukung Gerakan Teplek’an untuk membantu warga terdampak Covid-19. Tatit juga ikut langsung menyumbangkan uangnya kemarin. Selain Tatit, Forkopimda Kabupaten Nganjuk dan tamu undangan yang hadir di launching tersebut juga ikut menyumbang. Selain uang, bantuan berupa paket sembako juga diberikan Bank Jatim. Totalnya 100 paket sembako. “Semoga Teplek’an ini bisa sukses dan pandemi Covid-19 bisa segera berakhir,” harapnya.
Editor : adi nugroho