Kondisi perekonomian yang sulit akibat pandemi Covid-19 direspons oleh dinas perindustrian dan perdagangan (disperindag). Mereka melakukan pemberdayaan perekonomian masyarakat dengan menata ulang penempatan PKL di bantaran sungai Jl WR Supratman.
Kepala Disperindag Nganjuk Heni Rochtanti mengungkapkan, semula lapak yang sudah dilengkapi dengan tenda di bantaran sungai Jl WR Supratman sebanyak 25 titik. Oktober lalu disperindag menambah 24 tenda baru di lapak lain yang bisa dimanfaatkan oleh pedagang. “Sekarang semua lapak punya tenda yang seragam. Rapi dan bersih,” ujar Heni yang beberapa kali mengecek proses penataan PKL di sana.
Lebih jauh Heni mengatakan, disperindag sengaja menata ulang lapak PKL di sana agar lebih banyak pedagang kecil yang bisa berjualan. Dalam kondisi pandemi seperti sekarang, Heni menyebut banyak masyrakat yang kehilangan pekerjaan dan membutuhkan usaha baru.
Karenanya, disperindag menampung para pedagang kecil baik pedagang makanan, bunga, maupun jasa untuk menempati lapak di sana. “Dalam kondisi pandemi seperti sekarang, negara hadir memfasilitasi masyarakat,” lanjutnya.
Diakui Heni, hingga kemarin lapak PKL di sana ada yang masih kosong. Menyikapi hal tersebut, disperindag akan terus melakukan pengawasan. Jika ke depan lapak tetap dibiarkan kosong, disperindag akan mencabut hak penempatan dan dialihkan ke pedagang lain.
Sebab, saat ini ada banyak pedagang yang mengantre ingin berjualan di lapak Jl WR Supratman tersebut. “Hanya pedagang yang serius berjualan di sana yang kami tampung. Ini salah satu bentuk pemberdayaan ekonomi,” tegasnya.
Untuk menjaga ketertiban lokasi tersebut, Heni menjelaskan disperindag sudah membuat beberapa aturan. Di antaranya, bangunan tidak boleh dibuat tertutup sepenuhnya. Tidak hanya itu, pedagang juga tidak boleh menggunakan lapak untuk menjual barang terlarang. “Miras jelas tidak boleh. Karaoke juga tidak boleh demi ketertiban bersama,” tandasnya.
Heni berharap ke depan lapak di Jl WR Supratman tersebut akan terus ramai. Sehingga, mampu mendongkrak perekonomian PKL yang berjualan di sana. “Akan kami monitor terus bersama satpol PP,” imbuhnya.
Editor : adi nugroho