JP Radar Kediri - PSSI secara resmi mengumumkan John Herdman sebagai manajer baru Tim Nasional Indonesia pada hari Sabtu, 3 Januari 2026.
Penunjukan pelatih berusia 50 tahun ini menandai dimulainya era baru bagi sepak bola nasional, mengingat Herdman dikenal memiliki rekam jejak istimewa di level internasional.
Ia tercatat sebagai satu-satunya pelatih di dunia yang berhasil membawa tim nasional putri Selandia Baru, timnas putri Kanada, serta timnas putra Kanada lolos ke ajang Piala Dunia FIFA.
Namun, dibalik segudang prestasi internasional tersebut, tahukah Anda bahwa pelatih baru timnas ini ternyata tidak pernah bermain sepak bola secara profesional?
Latar Belakang John Herdman
John Herdman lahir di Consett, County Durham, Inggris, dari keluarga pekerja baja. Sejak usia muda, ia sudah menyadari bahwa berkarir sebagai pemain sepak bola profesional adalah hal yang tidak mungkin baginya.
Sehingga ia memilih untuk mengejar sekolah kepelatihan sejak usia 16 tahun. Keputusan ini terbilang berani, mengingat dunia sepak bola kala itu masih sangat memprioritaskan mantan pemain profesional sebagai pelatih.
Sebelum terjun sepenuhnya ke dunia sepak bola internasional, ia menjalani kehidupan sebagai seorang dosen ilmu olahraga di Northumbria University sembari melatih pemain akademi di klub Sunderland dan Hartlepool kala itu.
Tak Pernah Bermain di Liga Profesional
Faktanya, Herdman memang tidak pernah bermain di level liga profesional manapun. Satu-satunya pengalaman bertanding yang ia miliki hanyalah di tingkat amatir atau semi-profesional.
Ia tercatat pernah membela klub Prudhoe Town di Northern League, sebuah divisi regional amatir yang berada di tingkat bawah sistem sepak bola Inggris, serta sempat bermain untuk tim universitasnya.
Dalam kultur sepak bola Inggris yang sangat menghargai pengalaman bermain di level elit, kondisi ini membuatnya kerap dipandang sebelah mata.
Hal inilah yang memicu motivasinya untuk membuktikan bahwa orang tanpa pengalaman bermain profesional pun bisa sukses, yang akhirnya mendorongnya pindah ke Selandia Baru pada usia 26 tahun untuk membangun jalannya sendiri. Langkah ini menjadi titik balik penting dalam perjalanan karirnya.
Meskipun tidak pernah bermain secara profesional, Herdman telah meraih berbagai penghargaan dan pencapaian luar biasa.
Ia sukses membawa timnas putri Selandia Baru ke Piala Dunia 2007 dan 2011, serta mempersembahkan dua medali perunggu Olimpiade berturut-turut (2012 dan 2016) untuk timnas putri Kanada.
Prestasi tersebut menempatkannya sebagai salah satu pelatih paling dihormati di sepak bola wanita dunia.
Puncak prestasinya terjadi ketika ia berhasil membawa timnas putra Kanada lolos ke Piala Dunia Qatar 2022, sebuah penantian panjang selama 36 tahun bagi negara tersebut, sekaligus melesatkan peringkat FIFA Kanada secara signifikan.
Dikenal sebagai motivator dan pelatih yang sangat mendetail secara taktik, Herdman kini diharapkan dapat membawa perubahan besar bagi sepak bola Indonesia.
Kehadirannya memberi harapan baru bagi penggemar bola Tanah Air yang merindukan prestasi konsisten di level internasional.
Penulis adalah Azza Rizky Fayawa, Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Andhika Attar Anindita