SURABAYA, JP Radar Kediri- Timnas Indonesia di bawah asuhan Patrick Kluivert baru saja menyelesaikan rangkaian FIFA Matchday.
Melawan Lebanon, skuad Garuda gagal mengamankan tiga poin. Alih-alih kembali berpesta, Jay Idzes dkk justru tak mampu menyarangkan satu gol pun.
Strategi lawan yang menerapkan skema parkir bus tak dapat ditembus oleh Mauro Zijlstra. Pun dengan support lini kedua.
Percobaan tendangan spekulasi juga jarang dilesakkan oleh anak asuh Patrick Kluivert. Baik dari dalam maupun luar kotak penalti.
Sementara itu lawan menumpuk separo pemainnya di belakang. Nyaris Lebanon hanya mengandalkan serangan balik.
Determinasi tinggi skuad Garuda membuat pemain lawan kerap melakukan pelanggaran. Tak jarang pelanggaran yang dilakukan terhitung keras.
Bahkan, kondisi ini sempat memancing emosi para pemain di lapangan. Seperti di babak pertama saat insiden Miliano Jonathans dijatuhkan dengan keras.
Pemain lain yang tak bisa mengontrol emosi langsung terlibat perselisihan. Situasi sempat memanas namun berhasil diredam.
Puncaknya di pengujung babak kedua. Saat waktu sudah memasuki injury time. Kesalahpahaman antara Marselino Ferdinan dengan pemain Lebanon berujung kericuhan.
Kedua tim saling dorong. Bahkan beberapa ofisial turut masuk ke lapangan mencoba untuk melerai pertikaian antarpemain.
Laga yang berjalan keras berujung kasar ini turut membakar emosi netizen Indonesia. Seperti biasa, kolom komentar media sosial lawan langsung diserbu.
Banyak netizen mengecam permainan kasar dan strategi parkir bus skuad Lebanon. Bahkan tak sedikit komentar menjurus hujatan dilontarkan. "Udah rame aja nih," tulis salah satu akun.
Terlepas itu semua, laga melawan tim Timur Tengah ini sangat berharga bagi Indonesia yang akan menatap round 4 AFC Asian Qualifiers.
Mengingat skuad Garuda akan menempati grup B bersama Saudi Arabia dan Irak. Diyakini gaya dan model permainan mereka tak akan jauh beda.
Oleh karena itu, Patrick Kluivert wajib segera melakukan evaluasi. Salah satunya dengan meningkatkan finishing touch. Memperkuat skema bola mati. Serta melatih tendangan dari luar kotak penalti.
Editor : Andhika Attar Anindita