SURABAYA, JP Radar Kediri- Timnas Indonesia gagal mengamankan tiga poin di laga FIFA Matchday kontra Lebanon.
Tensi panas di sepanjang pertandingan menjadi bumbu pada laga kali ini. Bahkan, perselisihan hebat sempat pecah di pengujung laga.
Di luar jalannya laga yang keras, skuad Garuda menunjukkan determinasi tinggi melawan tim Lebanon.
Beberapa tusukan dan peluang berbahaya di dalam kotak penalti berhasil didapatkan. Sayang, lemahnya penyelesaian akhir menjadi momok anak asuh Patrick Kluivert.
Mauro Zijlstra belum dapat menggantikan peran yang ditinggalkan Ole Romeny. Begitu pula dengan Ramadan Sananta.
Namun begitu, laga kali ini menjadi spesial bagi Adrian Wibowo. Pemain berdarah Amerika Serikat dan Indonesia ini akhirnya menjalani debut untuk skuad Garuda.
Pemuda 19 tahun ini menjadi pemain termuda Timnas Indonesia kali ini. Dia mendapatkan kepercayaan dari Patrick Kluivert untuk menembus tim senior.
Masuk di babak kedua, Adrian diharapkan mampu memberi warna baru. Sayang, pertahanan berlapis skuad Lebanon susah untuk ditembus.
Tusukan dan determinasinya di sayap kanan Garuda patut diacungi jempol. Hanya saja tidak ada umpannya yang dapat dikonversi menjadi gol.
Tak hanya Adrian. Permainan Kevin Diks dan Jay Idzes juga layak diapresiasi tinggi. Keduanya sukses menjadi tembok kokoh Indonesia.
Terutama Kevin. Bermain sebagai bek tengah untuk kali pertama bersama skuad Garuda, dia sama sekali tidak minder.
Penampilannya konsisten sepanjang laga. Bahkan ketenangannya menjaga garis pertahanan menjadi salah satu bukti sukses eksperimen tim pelatih.
Tak jarang keduanya juga melakukan terobosan dan overlap untuk membongkar rapatnya pertahanan Lebanon.
Kredit juga perlu disematkan pada Calvin Vedonk. Sesuai dengan prediksi, pemain anyar Losc Lille ini menjadi kunci pertandingan.
Posisinya sangat cair. Lini belakang dan tengah berhasil dikuasainya. Tak jarang dia justru menampilkan kualitas seorang gelandang.
Tak hanya muka lama. Laga ini juga menampilkan kualitas pemain anyar. Miliano Jonathans mampu mencuri perhatian.
Miliano tampil percaya diri di sektor sayap kanan Timnas Garuda. Memiliki kaki terkuat kiri, pergerakannya acap menyulitkan bek Lebanon.
Beberapa kali tusukannya mampu membuka rapatnya pertahanan lawan. Sayang, skuad Lebanon terlalu banyak menumpuk pemain di belakang.
Hal ini membuat upaya penyerangan pemain Indonesia mentah. Alhasil, hingga babak kedua berakhir skor kacamata tak berubah.
Editor : Andhika Attar Anindita