SURABAYA, JP Radar Kediri- Skuad Garuda berpesta gol di Gelora Bung Tomo Surabaya saat menjamu Chinese Taipei.
Laga berlangsung ketat sejak babak pertama. Namun, perbedaan kualitas antarkedua tim memang cukup terasa.
Terbukti, di babak pertama Timnas Indonesia mampu mencetak empat gol tanpa balas. Gol tersebut dicetak oleh Jordi Amat pada menit 4. Lalu, gol bunuh diri M. H. Chao di menit 23.
Tak berhenti di sana, Marc Klok turut mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-33. Gol ini seakan membuktikan dirinya masih belum 'habis'.
Hanya berselang 5 menit setelah itu giliran Eliano Reijnders yang mencetak gol. Adik kandung Tijjani Reijnders ini menjadi gol penutup hingga turun minum.
Unggul empat gol tanpa balas tak membuat Pelatih Timnas Indonesia Patrick Kluivert mengendurkan tensi permainan.
Di babak kedua, Patrick memasukkan Marselino Ferdinan dan Mauro Zijlstra. Praktis, ini merupakan laga perdananya membela skuad Garuda.
Tidak hanya bagi Mauro. Momen debut ini juga dirasakan oleh Miliano Jonathans. Mauro dan Miliano sama-sama menjalani caps pertamanya bersama Timnas Indonesia.
Dua gol tambahan berhasil dilesakkan dari kaki Ramadan Sananta dan Sandy Walsh. Sayang, tidak ada lagi gol tercipta. 6-0 untuk Indonesia.
Meski berhasil menang, banyak catatan minor yang harus segera dievaluasi tim pelatih. Pertama, chemsistry antarpemain masih perlu ditingkatkan.
Terutama pemain di lini depan. Beberapa peluang terbuang percuma karena masih belum memahami satu pemain dengan lainnya.
Kedua, buruknya pengambilan keputusan antara shooting langsung atau memberikan umpan. Kesalahan mendasar ini masih kerap terjadi yang pada akhirnya membuang peluang percuma.
Ketiga, ego pemain harus diturunkan. Pasalnya beberapa pemain terlihat ingin tampil menonjol tapi justru menyia-nyiakan kesempatan.
Padahal ada rekan-rekannya yang lain dalam kondisi tanpa penjagaan. Sehingga lebih leluasa dalam mencetak gol.
Editor : Andhika Attar Anindita