JP Radar Kediri - Proses naturalisasi striker muda berdarah Belanda-Indonesia, Mauro Zijlstra, terus menunjukkan progres positif.
Setelah melalui sejumlah tahapan administratif, kini permohonan naturalisasi Zijlstra telah mendapatkan persetujuan dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Dengan surat presiden yang telah ditandatangani, langkah selanjutnya tinggal menunggu pembahasan di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
Namun, proses tersebut belum dapat dilanjutkan dalam waktu dekat karena DPR masih dalam masa reses. Meski demikian, sinyal dukungan dari parlemen disebut sudah mulai terlihat, membuka peluang kelancaran proses pada bulan Agustus mendatang.
Baca Juga: Timnas Indonesia Muda Gagal Kalahkan Vietnam di Partai Final Piala AFF U23
Zijlstra merupakan talenta muda yang menunjukkan performa impresif sepanjang musim lalu bersama tim muda FC Volendam. Ia sukses mencatatkan 17 gol dan empat assist dalam 21 pertandingan, torehan yang membawanya naik ke tim utama.
Meski baru mencatatkan tujuh penampilan di level senior, potensi sang pemain dinilai sangat menjanjikan.
PSSI memasukkan nama Zijlstra sebagai bagian dari rencana jangka panjang untuk memperkuat lini depan timnas kelompok umur. Ia direncanakan menjadi bagian dari skuad Garuda Muda dalam ajang Kualifikasi Piala Asia U-23 2026 yang akan digelar di Sidoarjo pada September mendatang.
Baca Juga: Genoa Kejar Kapten Timnas! Jay Idzes Bakal Tinggalkan Venezia?
Proses naturalisasi ini turut menjadi bagian dari upaya regenerasi di sektor penyerangan. Keterbatasan jumlah striker murni di timnas menjadi sorotan, terlebih setelah beberapa pemain mengalami cedera.
Kehadiran Zijlstra diharapkan dapat memberikan opsi tambahan, terutama di level U-23.
Meski diproyeksikan untuk kebutuhan jangka panjang, PSSI menegaskan bahwa Zijlstra tidak otomatis masuk skuad utama timnas senior. Seleksi akan tetap dilakukan secara bertahap dan berjenjang, sesuai dengan performa dan perkembangan pemain.
Selain Zijlstra, federasi juga tengah memproses naturalisasi satu hingga dua nama lainnya. Namun, belum ada keterangan lebih lanjut karena dokumen administrasi mereka masih dalam tahap awal dan belum dapat diumumkan secara resmi.
Author : Muhammad Rizky (Politeknik negeri Malang)
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira