JAKARTA, JP Radar Kediri- Babak kedua berjalan lebih berat bagi skuad Garuda muda. Tertinggal satu kosong membuat Kadek Arel dan kawan-kawan harus berjibaku.
Tensi pertandingan berjalan dengan tinggi. Jual-beli serangan tak dapat dihindari. Tempo permainan yang berjalan cepat membuat beberapa pelanggaran harus terjadi.
Bahkan, kedua tim sempat beberapa kali bersitegang saat babak kedua berjalan. Beruntung, tensi panas masih dapat diredam oleh wasit.
Di babak kedua, Gerald Vanenburg melakukan sejumlah pergantian. Frengky Deaner Missa ditarik keluar di menit ke-60. Dia digantikan A. Syarif.
Begitu pula dengan tim lawan. Sang pencetak gol Vietnam N. C. Phuong digantikan oleh Van Le Thuan di menit ke-68. Menyusul kemudian V. Khuat yang turut diganti V. Le.
Memasuki menit-menit akhir, Xuan Bach Nguyen digantikan oleh Thai Son Nguyen. Dia diganti di menit ke-86.
Pada menit ke-83 Garuda muda mendapat kesempatan emas tendangan bebas di depan kotak penalti. Sayang, Arkhan Fikri gagal memanfaatkannya.
Berusaha menyamakan kedudukan, Gerald memasukkan Hokky Charaka pada menit ke-87. Dia menggantikan R. Resky. Praktis, skuad Garuda muda bermain dengan dua ujung tombak.
Serangan bertubi-tubi dilancarkan Jens Raven dkk di menit-menit akhir laga. Sementara itu, Vietnam menerapkan strategi parkir bus.
Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 0-1 bertahan hingga akhir laga. Skuad Garuda muda gagal merebut juara pertama.
Sebelumnya, skuad Garuda Muda harus tertinggal lebih dulu pada menit ke-37. Gol berhasil dilesakkan oleh N. C. Phuong.
Dia memanfaatkan kemelut di depan gawang Indonesia setelah timnya mendapatkan hadiah sepak pojok.
Bola liar yang tak dapat dihalau dengan sempurna akhirnya dimanfaatkan oleh Phuong dengan sepakan jarak dekat.
Editor : Andhika Attar Anindita