JP Radar Kediri - Chelsea resmi menjadi juara UEFA Europa Conference League (UECL) musim 2024/2025. Dalam partai final yang berlangsung pada Kamis (29/5/2025) dini hari WIB.
The Blues menumbangkan Real Betis dengan skor telak 4-1. Hasil ini bukan sekadar gelar, tapi catatan emas yang mengukir sejarah baru di Eropa.
Baca Juga: Chelsea Bisa Lengkapi Trofi Eropa Lewat UECL, Ini 5 Dampak Besar Jika The Blues Juara
Dengan keberhasilan ini, Chelsea menjadi klub Inggris pertama yang sukses menjuarai tiga kompetisi elite Eropa mulai dari Liga Champions (UCL), Liga Europa (UEL), dan kini UEFA Conference League (UECL).
Sebuah prestasi yang belum pernah dicapai oleh tim besar lain Liga Inggris seperti Manchester United, Liverpool, apalagi Arsenal.
Baca Juga: Chelsea Jadi Klub Termahal 2024, Kalahkan Real Madrid dan Manchester United
Tak hanya itu, kemenangan ini juga menandai berakhirnya puasa gelar klub asal London Barat tersebut.
Setelah musim-musim yang penuh kritik dan keterpurukan, Chelsea kembali menemukan sinarnya di panggung Eropa.
Baca Juga: Dibuang Manchester United, Scott McTominay kini Jadi Pemain Terbaik Serie A 2024/2025
-
Chelsea Ukir Sejarah, Jadi Klub Inggris Pertama Juara 3 Kompetisi UEFA
Chelsea kini sah menyandang status sebagai klub Inggris pertama yang meraih trofi dari tiga kompetisi utama UEFA: Liga Champions, Liga Europa, dan UEFA Conference League.
Sebelumnya, mereka pernah menjuarai Liga Champions pada 2012 dan 2021, serta Liga Europa pada 2013 dan 2019.
Baca Juga: Kevin De Bruyne Tinggalkan Manchester City, Ini 4 Klub Incarannya
Keberhasilan menaklukkan Real Betis di final UECL 2025 membuat Chelsea mematahkan dominasi klub-klub top Eropa lainnya yang belum mampu meraih "treble" kompetisi UEFA tersebut.
Bahkan klub sekelas Real Madrid pun belum pernah menyentuh gelar Conference League.
Pencapaian ini mempertegas posisi Chelsea sebagai kekuatan besar di Eropa. Meskipun musim domestik mereka tak selalu mulus, di panggung kontinental, The Blues terus mencetak rekor dan menunjukkan mental juara.
-
Akhiri Puasa Gelar, Chelsea Kembali Bersinar di Kancah Eropa
Trofi UEFA Conference League ini menjadi gelar pertama Chelsea sejak terakhir kali mengangkat trofi Liga Champions pada tahun 2021.
Baca Juga: Napoli Juara Liga Italia, Ini 5 Pemain Kunci yang Antar Mereka Juara 2025
Dalam empat tahun terakhir, Chelsea kesulitan menemukan konsistensi dan sempat dicap sebagai tim yang kehilangan identitas.
Namun kemenangan ini menjadi jawaban atas keraguan banyak pihak, termasuk kritik dari media dan tekanan dari fans sendiri.
Baca Juga: Nonton Langsung El Clasico 2025 Tembus Rp 50 Juta? Ini 5 Alasan Harganya Bisa Sampai Segila Itu!
Di bawah asuhan pelatih baru musim ini, performa Chelsea perlahan stabil dan puncaknya adalah kemenangan telak atas Real Betis di final.
Trofi ini juga menjadi simbol kebangkitan Chelsea dari keterpurukan. Para pemain muda yang digembleng musim ini berhasil menunjukkan tajinya dan membuktikan bahwa proyek jangka panjang klub mulai membuahkan hasil.
Baca Juga: Stefano Lilipaly Gabung Timnas Lawan China dan Jepang, Diego Michiels: Tahu Diri
-
Perjalanan Dramatis Chelsea ke Final UEFA Conference League 2025
Langkah Chelsea menuju final Conference League 2025 bisa dibilang sangat mulus hampir tanpa perlawanan berarti di fase liga.
Di semifinal, Chelsea menghadapi Djurgårdens dalam laga dua leg yang menegangkan. Setelah menang meyakinkan di 4-1 di kandang lawan, The Blues mengamankan tiket final lewat kemenangan tipis 1-0 di Stamford Bridge berkat gol Dewsbury-Hall.
Puncaknya, final melawan Real Betis menjadi drama tersendiri. Sempat tertinggal 0-1 di babak pertama, Chelsea membalikkan keadaan secara brilian di babak kedua.
Empat gol beruntun tercipta dari aksi Enzo Fernandez, Nicolas Jackson, Jadon Sancho, serta gol menit akhir Moises Caicedo.
-
Bintang Laga Final, Pemain Kunci yang Menjadi Pembeda
Cole Palmer menjadi bintang utama dalam final UEFA Conference League 2025. Pemain muda yang diboyong dari Manchester City tersebut tampil luar biasa dengan menjadi Man of the match.
Selain Palmer, peran Enzo Fernández di lini tengah juga tak bisa diabaikan. Ia menjadi motor serangan sekaligus penjaga tempo permainan, membuat Betis kesulitan mengembangkan permainan mereka sejak babak kedua dimulai.
-
Awal dari Era Baru Chelsea
Kemenangan ini menjadi fondasi kuat bagi Chelsea untuk membangun era baru yang lebih stabil dan kompetitif.
Baca Juga: 5 Mantan Pemain Langganan Timnas Indonesia yang Tak Masuk Skuad Kualifikasi Piala Dunia 2026 Juni
Di bawah pelatih baru, Enzo Maresca, yang dinamis serta dipadukan dengan skuad muda bertalenta, Chelsea kini punya pondasi kokoh untuk bersaing di Liga Inggris maupun Eropa.
Trofi ini bukan hanya soal angka dan sejarah, tapi juga simbol kepercayaan. Kepercayaan pada proyek muda yang mulai menuai hasil, kepercayaan fans yang mulai terbayar, dan kepercayaan para pemain muda bahwa mereka layak menjadi bintang dunia.
Baca Juga: Apakah Liga Inggris Punya 6 Wakil di Liga Champions Jika MU Juara UEL? Ini Penjelasannya
Dengan modal ini, Chelsea tak hanya ingin puas sampai di sini. Target berikutnya tentu saja kembali ke Liga Champions dan bersaing di level tertinggi. Sejarah telah ditulis, kini waktunya menatap masa depan yang lebih cerah.
Editor : rekian