JP Radar Kediri - Pemain Brasil kerap identik dengan skill tinggi, flair, dan kreativitas di atas lapangan hijau. Namun, tak semua bintang Samba bisa bersinar di Liga Inggris.
Kasus terbaru adalah Antony, winger Manchester United yang sejauh ini gagal memenuhi ekspektasi. Fakta bahwa Antony kesulitan di Premier League bukan hal baru.
Sebelumnya, banyak pemain Brasil datang ke Inggris dengan label bintang namun berakhir mengecewakan. Mengapa ini terjadi? Berikut analisanya.
Baca Juga: Liga Champions Eropa: Barcelona Incar Treble Musim Ini, Inter Milan Siap Jegal
- Gaya Bermain yang Kurang Cocok dengan Premier League
Premier League dikenal sebagai liga paling kompetitif di dunia. Fisik, kecepatan, intensitas pressing, dan tempo tinggi jadi ciri khas.
Dalam atmosfer seperti ini, pemain harus cepat dalam berpikir, bergerak, dan membuat keputusan.
Di sisi lain, banyak pemain Brasil besar diandalkan karena teknik tinggi, flair, dan permainan yang lebih lambat. Mereka terbiasa mengontrol ritme permainan dan mengandalkan improvisasi.
Baca Juga: Akhirnya Juara! Ini 5 Alasan Harry Kane Baru Raih Trofi Pertama di Bayern Munchen
Hal Ini membuat mereka sulit beradaptasi dengan gaya langsung dan intens di Inggris. Contoh nyata adalah Robinho yang gagal bersinar di Manchester City, Denilson yang tenggelam di Arsenal, dan lalu Antony yang kerap kehilangan bola dan kesulitan menghadapi tekanan.
- Adaptasi dengan Cuaca dan Budaya
Cuaca Inggris yang dingin, lembab, dan sering hujan sangat berbeda dengan iklim tropis Brasil. Bagi pemain yang terbiasa bermain di bawah sinar matahari dan suhu hangat, adaptasi fisik dan mental bisa jadi sebuah tantangan.
Selain itu, faktor budaya juga memengaruhi. Gaya hidup, makanan, hingga mentalitas kerja keras di Inggris kerap jadi hambatan. Banyak pemain Brasil mengakui butuh waktu lama untuk beradaptasi.
Baca Juga: Liga Inggris: Chelsea Bungkam Liverpool 3-1, Cole Palmer Cetak Gol Pamungkas
Mantan pemain Brasil, Gilberto Silva, pernah mengatakan bahwa keberhasilan di Inggris tak hanya soal teknik, tapi juga mental dan kemampuan menyesuaikan diri dengan lingkungan baru.
- Tekanan Media dan Ekspektasi Terlalu Tinggi
Harga transfer tinggi membuat ekspektasi terhadap pemain Brasil membumbung. Antony, misalnya, dibeli Manchester United dari Ajax dengan harga hampir 100 juta euro. Harapan publik dan media pun sangat besar.
Namun, tekanan ini seringkali berbalik menjadi beban mental. Performa menurun, kritik berdatangan, dan kepercayaan diri menurun.
Hal Ini juga terjadi pada Gabriel Jesus yang awalnya digadang jadi mesin gol Manchester City, namun kerap tampil inkonsisten.
Bandingkan dengan pemain seperti Antony ketika bermain di Liga Belanda dan saat ini bersama Real Betis di Liga Spanyol, tekanan tak sebesar Inggris, ia justru tampil menonjol.
Baca Juga: Persik Kediri Akan Menantang Arema FC di Stadion Kanjuruhan, Divaldo Alves Pesan Hal Ini
- Tidak Semua Gagal, Ada Pemain Brasil yang Justru Sukses
Meski banyak yang gagal, tak sedikit juga pemain Brasil sukses di Premier League. Beberapa contoh mencolok antara lain: Willian dan Thiago Silva (Chelsea), Fernandinho dan Ederson (Manchester City), Alisson Becker, Firmino, Coutinho dan Fabinho (Liverpool)
Apa yang membedakan mereka? Mayoritas dari mereka sudah memiliki pengalaman di Eropa sebelum ke Inggris. Mereka juga dikenal sebagai pemain dengan etos kerja tinggi, profesional, dan bermain di klub dengan sistem yang mendukung gaya mereka.
Inilah mengapa mereka bisa sukses, dan menjadi contoh nyata bahwa pemain Brasil sukses di Premier League itu bukan mitos.
Baca Juga: Striker Persik Kediri Ramiro Fergonzi Cetak Brace Lawan Persebaya Surabaya, Ini Rahasianya
- Faktor Klub dan Manajer Juga Berpengaruh
Sistem permainan klub dan kebijakan manajer sangat menentukan. Pemain seperti Antony kerap dijadikan pemain flair yang diharapkan jadi pembeda, tapi tak diberi peran yang jelas atau kebebasan seperti saat di Ajax.
Manajer dan klub yang memahami karakteristik pemain Brasil serta mampu mengintegrasikan mereka dalam sistem tim terbukti bisa memaksimalkan potensi mereka. Ketika hal itu tidak terjadi, pemain berpotensi gagal meski punya bakat luar biasa.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Andhika Attar Anindita