Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Akhirnya Juara! Ini 5 Alasan Harry Kane Baru Raih Trofi Pertama di Bayern Munchen

Radyan Fahmi Asshidqi • Senin, 5 Mei 2025 | 16:35 WIB
Harry Kane, pemain Bayern Munich selebrasi usai tim juara Bundesliga.
Harry Kane, pemain Bayern Munich selebrasi usai tim juara Bundesliga.

JP Radar Kediri - Setelah penantian panjang, Harry Kane akhirnya meraih trofi pertamanya sebagai pemain Bayern Munchen. Gelar ini jadi momen bersejarah bagi striker asal Inggris tersebut.

Sebelumnya ia kerap dicap bagai raja tanpa mahkota. Kane resmi mengangkat trofi pertamanya bersama Bayern usai kepastian juara Bayern Munchen yang sempat tertunda saat imbang kemarin.

Striker berusia 31 tahun itu memang dikenal sebagai mesin gol yang konsisten, baik saat berseragam Tottenham Hotspur maupun bersama Timnas Inggris.

Baca Juga: Liga Inggris: Chelsea Bungkam Liverpool 3-1, Cole Palmer Cetak Gol Pamungkas

Kepastian ini sekaligus mengakhiri catatan sial Kane yang selalu gagal meraih gelar baik di level klub maupun tim nasional, sampai-sampai striker Timnas Inggris tersebut mengunggah emoji trofi di Instagram saking senangnya.

Lantas, kenapa Harry Kane baru bisa mengangkat trofi di musim keduanya bersama Bayern Munchen? Berikut 5 alasan kunci di balik kutukan panjang Kane akhirnya terpecahkan!

  1. Adaptasi dan Musim Pertama yang Tak Mulus

Meski datang dengan status bintang dan harga selangit, musim pertama Kane di Bayern Munchen ternyata tidak langsung berjalan mulus.

Baca Juga: Persik Kediri versus Persebaya Surabaya, Polisi Imbau Hal Ini kepada Bonekmania

Ia memang tajam secara individu, mencetak lebih dari 30 gol di semua kompetisi, namun kontribusinya belum mampu menyelamatkan Bayern dari paceklik gelar.

Pada musim 2023/2024, Bayern secara mengejutkan gagal total: terlempar dari Liga Champions lebih awal dan kehilangan dominasi Bundesliga yang selama ini mereka genggam.

Kane pun ikut menerima kritik karena dianggap belum bisa menyatu dengan sistem permainan tim.

Baca Juga: Pelatih Persik Kediri Divaldo Alves Instruksikan Hal Ini saat Menjamu Persebaya

Kehadiran Thomas Tuchel saat itu juga belum bisa mengoptimalkan peran Kane sepenuhnya. Ia kerap kehilangan suplai bola matang, dan Bayern secara kolektif terlihat lemah di lini tengah.

Adaptasi Kane, baik dengan taktik baru maupun budaya sepak bola Jerman, memang memakan waktu lebih panjang dari ekspektasi awal.

  1. Masuknya Pelatih Baru Jadi Titik Balik

Kebangkitan Bayern di musim ini tak lepas dari hadirnya pelatih baru, yang menggantikan Thomas Tuchel di awal musim 2024/2025.

Vincent Kompany memberikan kebebasan lebih kepada Kane untuk menjelajah dan membuka ruang.

Ia tak hanya dijadikan target man, tetapi juga ditugaskan sebagai playmaker bayangan yang turut berperan dalam membangun serangan.

Baca Juga: Persik Kediri Menanti Tuah Stadion Brawijaya, Bisakah Menang Lawan Persebaya Surabaya?

Efeknya langsung terasa: jumlah assist Kane melonjak, dan Bayern kembali ke jalur kemenangan.

Stabilitas taktik dan komunikasi antara pemain inti membuat Bayern tampil konsisten sepanjang musim.

Kane menjadi pusat dari sistem itu, dan performa tim pun meningkat signifikan dibanding musim sebelumnya.

  1. Mental Juara yang Sudah Terbentuk

Selama bertahun-tahun, Kane kerap dicibir karena tak punya "mental juara". Namun kenyataannya, mentalitas itu perlahan tumbuh.

Baca Juga: Lawan Persebaya Surabaya, Persik Kediri Simpan Tiga Pemain

Bersamaan dengan pengalaman pahitnya di masa lalu dari final Liga Champions yang gagal hingga kegagalan di Euro dan Piala Dunia.

Musim ini, Kane menunjukkan kematangan luar biasa. Ia tampil sebagai pemimpin di ruang ganti dan tak lagi terbebani ekspektasi.

Kane membuktikan bahwa trofi bukan hanya tentang statistik, tapi juga soal mental dan waktu yang tepat. Ia sudah tak lagi terburu-buru membuktikan diri, dan justru tampil lebih efektif dalam situasi krusial.

Baca Juga: Pelatih Persik Kediri Divaldo Alves Waspadai Trio Persebaya, Bruno Moreira Salah Satunya

  1. Dominasi Bayer Leverkusen yang Luar Biasa Musim Lalu

Salah satu alasan utama mengapa Bayern Munchen dan Harry Kane gagal meraih gelar di musim 2023/2024 adalah karena dominasi mutlak Bayer Leverkusen. 

Tim asuhan Xabi Alonso tampil sangat konsisten, tak terkalahkan di Bundesliga, dan menutup musim dengan rekor nyaris sempurna.

Leverkusen bukan hanya kuat di atas kertas. Mereka unggul dalam kolektivitas, taktik, dan kedalaman skuad.

Gaya main high pressing yang dipadu dengan transisi cepat membuat mereka sulit ditaklukkan oleh lawan-lawannya.

Keperkasaan Leverkusen membuat persaingan gelar domestik nyaris tak kompetitif. Bayern yang biasanya superior, kala itu hanya bisa mengejar bayangan. 

Baca Juga: Pelatih Persik Kediri Divaldo Alves Soroti Pemain Muda, Salah Satunya Hugo Samir

Tak heran jika musim pertama Kane di Bayern berakhir tanpa trofi, karena memang Leverkusen sedang dalam momen terbaiknya sepanjang sejarah klub.

  1. Motivasi Pribadi dan Tekanan Publik

Harry Kane datang ke Bayern dengan satu tujuan, yaitu menang. Setelah bertahun-tahun jadi simbol loyalitas di Spurs tanpa trofi, ia membuktikan bahwa keputusannya pindah ke Jerman bukan sia-sia.

Baca Juga: Manajemen Persik Kediri Larang Bonek Dukung Langsung Persebaya di Stadion Brawijaya

Tekanan besar dari media Inggris dan penggemar sepak bola global membuat Kane bermain dengan motivasi ekstra.

Setiap pertandingan adalah misi pribadi untuk mematahkan mitos 'kutukan tanpa gelar' yang terus dibicarakan.

Trofi pertama Harry Kane bersama Bayern Munchen bukan hanya kemenangan pribadi, tetapi juga pembuktian bahwa kesabaran, adaptasi, dan kerja keras.

Baca Juga: Persik Kediri Bakal Jamu Persebaya Surabaya di Stadion Brawijaya, Persikmania Sambut Baik

Pada akhirnya akan membawa hasil. Kini, publik tak lagi menyebutnya “raja tanpa mahkota”. Kane telah sah menjadi juara.

 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran  WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel

Editor : Andhika Attar Anindita
#timnas inggris #bundesliga #bayern munich #leverkusen #liga champion #harry kane