"Momen yang Sangat Menyedihkan", Dean Huijsen Akhirnya Buka Suara soal Pencoretan dari Piala Dunia

Zebita Rizqi Priyangga • Dipublikasikan Rabu, 30 September 2026 | 14:55 WIB
Dani Olmo dan para pemain Spanyol merayakan momen penting bersama di depan pendukung La Roja. (sumber: AFP)
Dani Olmo, Dean Huijsen dan para pemain Spanyol merayakan momen penting bersama di depan pendukung La Roja. (sumber: AFP)

JP Radar Kediri — Dean Huijsen akhirnya angkat bicara soal kekecewaan mendalam usai dirinya dicoret dari skuad Piala Dunia musim panas lalu. Bek muda Real Madrid tersebut baru saja kembali ke susunan pemain inti Timnas Spanyol dan tampil solid dalam kemenangan telak 4-1 atas Kroasia, laga kandang pertama La Furia Roja sejak resmi dinobatkan sebagai juara dunia.

Baca Juga: Resmi WNI! Emil Audero, Dean James dan Joey Pelupessy Bisa Main di FIFA Matchday

Penampilan Solid Jadi Penebusan di Level Internasional

Huijsen tampil penuh 90 menit berdampingan dengan rekan setimnya di Real Madrid, Marc Cucurella, dalam kemenangan Spanyol di Sanchez-Pizjuan tersebut. Penampilan tenangnya sepanjang laga menjadi respons pribadi yang ideal, setelah sebelumnya harus menelan kekecewaan pahit lantaran gagal masuk skuad turnamen final musim panas lalu.

Ungkap Kepedihan yang Juga Dirasakan Keluarga

Berbicara kepada wartawan di mixed zone usai laga, Huijsen mengakui keputusan pelatih Luis de la Fuente untuk mencoretnya dari skuad 26 pemain Piala Dunia menjadi pukulan yang sangat berat baginya. Ia menyebut momen tersebut sangat menyedihkan, tidak hanya bagi dirinya sendiri tetapi juga keluarganya, sembari menegaskan hal terpenting saat ini adalah bisa kembali membela Timnas dan berfokus pada hal-hal positif ke depan.

Baca Juga: Nazar Terpenuhi, Cucurella Siap Tato Wajah Pelatih dan Umumkan Pensiun dari Timnas Spanyol

Absen Bersejarah yang Sempat Jadi Polemik

Pencoretan Huijsen pada musim panas lalu sempat memicu perdebatan sengit, karena untuk pertama kalinya dalam 92 tahun skuad Piala Dunia Spanyol tampil tanpa satu pun pemain Real Madrid. De la Fuente kala itu memilih memprioritaskan opsi lini belakang lain, termasuk Pau Cubarsi, Aymeric Laporte, Eric Garcia, dan Marc Pubill. Keberhasilan Huijsen langsung menembus kembali starting XI kini menegaskan bahwa dirinya tetap masuk dalam rencana jangka panjang sang pelatih di level internasional.

Rekor Tak Terkalahkan Spanyol Kian Panjang

Kemenangan meyakinkan di Seville tersebut turut memperpanjang rangkaian tak terkalahkan Spanyol menjadi 40 pertandingan beruntun, sekaligus membuka keunggulan tiga poin di puncak Grup A3 UEFA Nations League atas Inggris dan Kroasia. Skuad asuhan De la Fuente akan berusaha mengokohkan posisi tersebut saat menghadapi Republik Ceko pada akhir pekan ini.

Baca Juga: Jelang Final Piala Dunia: Bupati Dhito Jagokan Spanyol Juara, Ini Alasannnya

Modal Penting untuk Rebut Kembali Tempat Utama

Bagi Huijsen sendiri, penampilan impresif kali ini memberikan pijakan sempurna untuk kembali menegaskan klaimnya dalam persaingan ketat memperebutkan tempat di jantung pertahanan Timnas Spanyol, di tengah banyaknya opsi berkualitas yang kini dimiliki De la Fuente di lini belakang.

Baca Juga: Yamal Taklukkan Dua Legenda! Kalahkan Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi, Bawa Spanyol Juara Piala Dunia 2026

Editor : Shinta Nurma Ababil
timnas spanyol Dean Huijsen Bek muda real madrid spanyol