JP Radar Kediri — AC Milan sukses bangkit dari kekalahan di tengah pekan dengan meraih kemenangan telak 3-0 atas Lecce di San Siro, Minggu malam waktu setempat. Meski tidak mencetak satu pun gol dalam laga tersebut, penyerang asal Portugal, Goncalo Ramos, tampil sebagai kunci utama di balik kemenangan Rossoneri berkat pergerakan cerdasnya yang membuka ruang bagi rekan-rekan setimnya.
Baca Juga: Resmi! AC Milan Datangkan Ardon Jashari dari Club Brugge Hingga 2030
Enam Perubahan Ruben Amorim Bawa Hasil Positif
Ruben Amorim melakukan enam perubahan dari tim yang sebelumnya kalah 0-2 dari Benfica di ajang Liga Europa. Keputusan tersebut terbukti membantu Milan tampil jauh lebih agresif sekaligus menemukan solusi menghadapi Lecce yang bermain dengan blok menengah dan struktur 4-4-2 rapat.
Beralih dari 3-4-2-1 ke 4-2-3-1 saat Menguasai Bola
Salah satu penyesuaian paling menarik terjadi ketika Milan mengubah struktur permainan mereka saat menguasai bola. Dari pola dasar 3-4-2-1, Rossoneri beralih ke formasi 4-2-3-1 untuk membuka ruang di area tengah sekaligus memanfaatkan sisi lebar lapangan. Perubahan formasi ini membuat Koni De Winter dan Strahinja Pavlovic melebar layaknya bek sayap, sementara Pervis Estupinan dan Zachary Athekame bergerak lebih tinggi untuk memberi opsi serangan tambahan.
Goncalo Ramos kemudian turun ke area tengah lapangan untuk menarik keluar pemain bertahan Lecce dari posisi asalnya, menciptakan ruang kosong di belakang garis tekanan lawan yang bisa dimanfaatkan pemain Milan lainnya.
Baca Juga: Jorge Mendes Jadi Kunci! Goncalo Ramos Selangkah Lagi Gabung AC Milan?
Ruang Terbuka di Tengah Berkat Dua Winger Jelas
Perubahan menjadi 4-2-3-1 memberikan Milan dua pemain sayap yang lebih jelas posisinya, memaksa blok pertahanan Lecce melebar sehingga area tengah menjadi lebih terbuka. Milan bahkan beberapa kali berhasil menciptakan overload di satu sisi lapangan, sebelum memindahkan bola ke sisi berlawanan untuk memanfaatkan ruang yang ditinggalkan pemain Lecce.
Pendekatan ini juga membuat bola-bola panjang menjadi senjata efektif bagi tuan rumah. Gol pembuka Milan tercipta lewat umpan jauh Pavlovic kepada Christian Pulisic, yang kemudian menuntaskannya dengan kontrol bola apik sebelum melepaskan tembakan penyelesaian.
Ramos Terlibat Langsung di Dua Gol Lainnya
Peran Ramos semakin terlihat jelas dalam proses terciptanya gol kedua Milan. Ia terlibat kombinasi umpan satu-dua bersama Adrien Rabiot yang menghasilkan ruang bagi gelandang asal Prancis tersebut untuk mencetak gol. Pergerakan Ramos turut membantu menciptakan koridor vertikal dalam struktur permainan Milan, memberi tuan rumah beberapa pilihan jalur serangan melewati lini pertahanan Lecce.
Sementara pada proses gol ketiga, Ramos lebih dulu memenangkan duel udara melawan pemain Lecce, sebelum bola akhirnya direbut lewat situasi dua lawan satu. Namun Milan segera melakukan counter-press, dengan Diego Moreira merebut kembali bola sebelum Lecce sempat menyusun pertahanan, lalu memanfaatkan ruang terbuka untuk menuntaskan gol ketiga tuan rumah.
Baca Juga: 5 Klub Serie A yang Berebut Jay Idzes Jika Venezia Degradasi, Termasuk AC Milan?
Dominasi Statistik Perkuat Bukti Keunggulan Milan
Data pertandingan turut memperlihatkan dominasi Milan sepanjang laga. Lecce tercatat hanya memiliki lebar rata-rata tim sekitar 39 meter, menandakan betapa rapatnya struktur pertahanan mereka, sementara Milan unggul dalam jumlah operan akurat maupun dribel sukses. Kemenangan 3-0 ini menjadi bukti nyata bahwa Milan mampu menemukan solusi jitu menghadapi pendekatan defensif lawan, dengan Goncalo Ramos menjadi bagian krusial dari keberhasilan tersebut lewat pergerakan, duel, dan kemampuannya membuka ruang bagi rekan setim.
Baca Juga: Alvaro Morata Resmi Gabung Galatasaray tinggalkan AC Milan
Editor : Shinta Nurma Ababil