JP Radar Kediri – Keberhasilan menggapai final Piala Soeratin U-17 tak mampu diteruskan oleh Inter Kediri. Bermain di Stadion Brawijaya mereka justru takluk 1-3 dari Persebaya Surabaya.
Tapi, klub besutan Rudi Haryono ini punya dalih. Yaitu kondisi fisik pemain. Stamina mereka cenderung melorot di babak kedua. Dan, memang, tiga gol yang bersarang di gawang mereka terjadi di fase itu.
“Dari awal memang sudah saya bilang untuk hati-hati di fisik,” kilah Ketua Asosiasi Kota Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (Askot PSSI) Kediri Tomi Ari Wiboyo.
Toh, dia tetap bersyukur dengan hasil di laga final tersebut. Sekaligus mengapresiasi seluruh kerja keras para pemain selama gelaran Piala Soeratin. Menurutnya, skuad Inter Kediri sudah bermain dengan baik.
Baca Juga: Skuad Putra Handball Wajib Raih Medali Perunggu Kejurprov Jatim, Target Tim Putri Lebih Ringan
"Alhamdulillah dari segi permainan kami bagus ya walaupun juara dua," kata pria yang biasa disapa Tomi itu.
Lebih jauh, dia mengatakan bahwa skuad Inter Kediri yang bertarung di Piala Soeratin U17 tak akan serta merta dibubarkan.
Sebab, ada beberapa kompetisi yang masih harus dihadapi. Terdekat adalah ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA). Ajang ini dijadwalkan berlangsung pada November mendatang.
Selain itu, Tomi menyebut bahwa skuad Inter Kediri U17 yang sekarang akan dipersiapkan untuk tim pekan olahraga provinsi (porprov).
Lebih tepatnya untuk tim porprov 2029 mendatang. Namun, tak menutup kemungkinan, beberapa pemain akan bergabung untuk porprov 2027 nanti.
"Jadi pembinaan jangka panjang, nanti akan ada latihan bersama lagi dan pemusatan latihan," jelasnya.
Terlepas dari itu, perjalanan Inter Kediri di ajang Piala Soeratin U17 memang menemui beberapa liku. Utamanya saat babak penyisihan grup beberapa waktu lalu.
Dari empat laga yang dijalani, skuad Inter Kediri hanya mampu mencatat dua kemenangan.
Lalu dua sisa pertandingannya berakhir dengan satu kali seri dan satu kali kalah. Hasil inilah yang membuat Inter Kediri gagal menjadi juara grup di babak penyisihan.
Memasuki babak 32 besar menghadapi PSID Jombang, kabar mengejutkan sempat menghantui Inter Kediri.
Pasalnya, PSSI Jatim menunjuk Stadion Diponegoro, Banyuwangi sebagai venue pertandingan tersebut.
Baca Juga: Timnas Voli Putri Indonesia Hadapi Nepal di Laga Perdana Asian Games 2026, Target Masuk Lima Besar
Untungnya, protes yang dilayangkan PSSI Kota Kediri membuahkan hasil. Sehingga, pertandingan bisa berlangsung di Lapangan Ngronggo, Kota Kediri.
Selanjutnya, pada babak 16 besar, Inter Kediri harus menjalani drama adu penalti saat melawan Persibo Bojonegoro.
Untungnya, tim berhasil memenangkan adu penalti tersebut dan melanjutkan perjalanannya di babak 8 besar.
Melawan Gen B Mojokerto, Inter Kediri pun menang 3-1. Hasil inilah yang kemudian membawa tim Inter Kediri merasakan babak final Piala Soeratin U17 Jawa Timur.(em/fud)
Editor : Andhika Attar Anindita