JP Radar Kediri – Pelatih kepala Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, menyampaikan bahwa skuadnya saat ini tengah menempatkan pemulihan fisik sebagai prioritas utama dalam persiapan menghadapi kompetisi musim 2026/2027.
"Satu hal yang bisa saya katakan adalah mereka akan menjalani pemulihan, mendapatkan istirahat beberapa hari, dan setelah itu mari kita lihat siapa yang kondisinya baik untuk meningkatkan stamina, fisik, serta kondisi mental," ujar Tavares, dikutip dari laman resmi I.League, Kamis.
Baca Juga: Persebaya Kembali Dikaitkan dengan Gelandang Serang Argentina Gonzalo Ritacco
Ia menambahkan bahwa jajaran kepelatihan tengah melakukan kajian secara menyeluruh agar performa skuad Bajul Ijo dapat berada pada level terbaik ketika menghadapi Bhayangkara FC di laga pembuka BRI Super League 2026/2027 pada 5 September mendatang.
Pelatih asal Portugal itu juga mengungkapkan bahwa program latihan dengan intensitas tinggi terus diterapkan untuk memastikan para pemain sanggup menjaga daya tahan sepanjang durasi pertandingan 90 menit secara stabil.
Soroti Kedisiplinan dan Kontrol Emosi
Selain aspek fisik, Tavares juga menekankan pentingnya disiplin serta kemampuan mengendalikan emosi saat pemain berlaga di lapangan. Ia menilai sikap yang terlalu reaktif terhadap keputusan wasit berpotensi mengganggu jalannya strategi dan pola permainan tim secara keseluruhan.
"Terkadang kita terlalu emosional dengan keputusan wasit, dan saya percaya jika kita terlalu emosional, kita akan mendapatkan banyak kartu kuning dan kita harus bisa mengontrol hal ini juga," ujar Tavares.
Baca Juga: Sihir Portugal di Super League 2026/2027, Persebaya Sudah Lebih Dulu Rasakan Efeknya lewat Tavares
Pembenahan Organisasi Permainan
Mantan arsitek PSM Makassar tersebut turut menyoroti pematangan aspek taktik tim, khususnya dalam hal transisi permainan dan skema bola mati. Proses ini dilakukan baik lewat sesi latihan bersama di lapangan maupun melalui evaluasi video secara individual.
Tim pelatih, lanjutnya, berupaya meminimalkan celah kelalaian kecil yang berisiko membuat tim kehilangan konsentrasi selama pertandingan berlangsung, dengan tujuan memaksimalkan hasil di setiap laga.
Tavares turut memberi contoh detail latihan yang tengah digenjot, seperti menjaga fokus dan posisi tubuh saat bola keluar lapangan agar lawan tidak leluasa melakukan lemparan ke dalam secara cepat. Aspek-aspek semacam ini, menurutnya, penting untuk terus diasah, mencakup organisasi penyerangan, pertahanan, transisi permainan, hingga skema bola mati.
"Saat bola keluar, tetap fokus, jangan membelakangi bola karena lawan bisa melakukan lemparan ke dalam dengan cepat. Hal-hal seperti ini penting untuk dilatih, baik organisasi penyerangan, pertahanan, transisi, hingga skema bola mati," katanya.
Baca Juga: Sisa Satu Slot Kuota Pemain Asing, Persebaya Belum Buru-buru Genapi Skuad
Editor : Shinta Nurma Ababil