JP Radar Kediri – Jadwal terbaru Piala Soeratin U17 akhirnya menemui titik terang. Mayoritas peserta akan melakoni pertandingannya pada 19 Agustus nanti. Sementara, salah satu grup telah memulai lebih awal. Yakni pada Rabu kemarin (12/8).
Perubahan jadwal ini memang mengecewakan seluruh peserta. Namun, mereka juga tak mau bila kompetisi tahunan itu menguap begitu saja. Meskipun ada beberapa penyesuaian yang harus dilakukan. Misalnya saja Inter Kediri U17 yang terpaksa mengubah venue pertandingannya dari Stadion Brawijaya ke Lapangan Ngronggo.
“Stadion Brawijaya kan mau dipakai Persik ya, kami nggak ingin ada polemik nanti,” kata Ketua Asosiasi Kota Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (Askot PSSI) Kota Kediri Tomi Ari Wibowo.
Selain mengganti venue pertandingan, pihaknya juga tengah mengajukan agar jadwal pertandingan bisa disusun kembali. Pasalnya, pertandingan di grupnya tidak memiliki jeda untuk istirahat. Yakni bermain sebanyak empat kali pertandingan secara beruntun.
“Jadwal yang ada sekarang masih salah, nanti dikirim kalau sudah ada yang baru,” janji Tomi.
Terlepas dari itu, kabar mengejutkan dari FC Pare. Tim yang berniat turut serta di Piala Soeratin U17 tersebut terpaksa mengundurkan diri. Alasannya tidak lain adalah karena pengenaan ‘biaya gotong royong’ sebesar Rp 6 juta.
Pelatih Kepala FC Pare Mursalim mengatakan, timnya memang ikut serta secara mandiri dalam ajang Piala Soeratin. Hingga tanggal 10 Agustus, yaitu batas pembayaran ke Asprov PSSI, beberapa anak asuhnya belum menuntaskan iuran yang harus dibayar. Karenanya, dengan berat hati, FC Pare memutuskan untuk mengundurkan diri.
“Ya berat, karena kami ikut secara mandiri, belum lagi barengan dengan ajaran baru, terus nanti masih perlu biaya akomodasi dan lain-lainnya,” ungkap Mursalim.
Diberitakan sebelumnya, kompetisi Piala Soeratin U17 Jawa Timur seharusnya berlangsung pada minggu ini. Yakni serentak pada 10 Agustus.
Namun, lantaran adanya persoalan terhadap pendanaan kompetisi, ajang bergengsi tahunan ini harus ditunda. Para peserta pun sangat menyangkan hal tersebut lantaran informasi penundaan jadwal itu disampaikan hanya beberapa hari sebelum kompetisi. (em/tar)
Editor : Andhika Attar Anindita