JP Radar Kediri – Kapten Timnas Indonesia, Rizky Ridho, akhirnya angkat bicara terkait gelombang kritik tajam yang menghujani skuad Garuda.
Kritik ini datang usai kekalahan telak 0-3 dari Vietnam pada lanjutan Grup A Piala AFF 2026 di Stadion Pakansari, Bogor, Senin (3/8/2026) malam WIB.
Pemain andalan yang juga pilar lini belakang Persija Jakarta itu dengan terbuka menyatakan siap menerima segala bentuk evaluasi dari suporter maupun pengamat sepak bola tanah air.
Dalam laga tersebut, gawang Indonesia harus kebobolan tiga gol tanpa balas melalui aksi Nguyen Van Vi pada menit ke-6, Nguyen Hai Long di menit ke-14, dan ditutup oleh gol Rafaelson pada menit ke-71.
Baca Juga: Klasemen Terbaru Timnas Indonesia usai Kalah Telak 0-3 dari Vietnam, Masih Berpeluang Lolos?
Hasil minor ini langsung memicu reaksi keras di jagat maya. Sejumlah warganet melayangkan kritik tajam, menyoroti performa lini pertahanan yang dinilai tampil di bawah standar.
Menanggapi hal tersebut, Rizky Ridho menilai kritik adalah bumbu sekaligus risiko yang harus dihadapi oleh seorang atlet profesional.
“Mungkin itu hal normal di sepak bola, karena ketika kita bermain jelek, pasti komentar datang juga. Dan saya terima itu,” ujar Rizky Ridho dalam sesi konferensi pers usai pertandingan.
Saring Kritik Konstruktif dan Fokus Lawan Singapura
Meski membuka diri terhadap berbagai masukan, pemilik nomor punggung andalan di Timnas ini menegaskan tetap bisa memilah mana kritik yang membangun untuk perkembangan kariernya dan mana yang harus diabaikan.
Baca Juga: Timnas Indonesia Takluk 0-3 dari Vietnam, Peluang ke Semifinal Kian Berat
“Saya akan terima kritik-kritik yang baik untuk saya sendiri, dan ketika kritik itu sudah menjurus ke hal yang di lain-lain, saya enggak akan peduli. Jadi, terima kasih masukannya, saya akan terima,” tambahnya.
Pemain berdarah asli Jawa Timur ini secara kesatria mengakui bahwa dirinya sempat melakukan sejumlah kesalahan elementer di atas lapangan, termasuk pada proses gol cepat Vietnam di awal babak pertama. Namun, ia memastikan tidak ingin meratapi kekalahan terlalu lama dan langsung mengalihkan fokus menatap laga penentuan.
“Saya tahu saya salah dan saya akan move on untuk pertandingan melawan Singapura agar ke depannya bisa lebih baik lagi,” tegas Ridho.
Laga Hidup Mati di Kandang Singapura
Hasil minor di Stadion Pakansari membuat posisi Timnas Indonesia di klasemen sementara Grup A Piala AFF 2026 berada dalam situasi krusial. Skuad Garuda saat ini tertahan di peringkat ketiga dengan raihan 6 poin.
Indonesia kini tertinggal satu angka saja dari Vietnam dan Singapura yang nyaman menguasai dua posisi teratas. Kondisi ini menjadikan pertandingan tandang melawan Singapura di Stadion Jalan Besar, Singapura, pada Jumat (7/8/2026) mendatang, sebagai laga hidup mati.
Pasukan Garuda wajib meraih kemenangan penuh jika ingin menjaga asa lolos ke babak semifinal Piala AFF 2026 dan mengamankan peluang juara di ajang bergengsi Asia Tenggara tahun ini.
Editor : Shinta Nurma Ababil