JP Radar Kediri — Pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong buka suara soal kabar yang menyebut dirinya dijatuhi hukuman larangan beraktivitas di dunia sepak bola Korea Selatan selama 10 tahun.
Pelatih asal Korea itu menegaskan sanksi yang diterimanya bukan seperti yang ramai diberitakan dan memastikan tetap fokus memimpin Macan Kemayoran menghadapi Piala Presiden 2026.
Hal itu ia ungkapkan saat ditemui awak media di Surabaya, Sabtu (25/7/2026). Ia memilih meluruskan informasi yang beredar tanpa membeberkan secara rinci proses yang tengah dihadapinya.
“Saya tegaskan lagi bahwa (hukuman) itu bukan 10 tahun,” kata Shin Tae-yong.
Mantan pelatih Timnas Indonesia itu mengaku memilih menahan diri tidak menceritakan ke publik karena merasa masih ada sejumlah hal yang menurutnya tidak berjalan secara adil.
“Saya sebenarnya ingin jujur, ingin mengatakan semuanya. Namun saya tak akan melakukannya. Ada hal-hal yang tidak adil menurut saya. Sebagai mantan pelatih Ulsan HD, saya akan menerima semuanya,” ujarnya.
Baca Juga: Pratama Arhan Resmi Gabung Persija, Teken Kontrak Tiga Musim dan Siap Reuni dengan Shin Tae-yong!
Shin Tae-yong memastikan polemik yang berkembang di Korea Selatan tidak akan mengganggu pekerjaannya bersama Persija Jakarta.
Seluruh konsentrasinya kini diarahkan untuk mempersiapkan tim menghadapi turnamen pramusim Piala Presiden 2026.
“Saya datang ke Jakarta untuk Persija. Jadi saya akan fokus ke tim ini,” tegasnya.
Shin Tae-yong, diterpa isu mendapat sanksi berat dari Asosiasi Sepak Bola Korea Selatan (KFA).
Pelatih yang akrab disapa STY itu memilih untuk menahan diri dan tidak membeberkan seluruh pembelaan demi melindungi orang-orang yang pernah bekerja sama dengannya.
Dalam wawancara via telepon dengan media Korea Selatan, Channel A, STY mengakui bahwa dirinya menyimpan banyak keberatan atas tuduhan dan keputusan yang beredar. Kendati demikian, ia memilih jalan damai dengan menanggung beban tersebut seorang diri.
"Ada banyak aspek yang menurut saya tidak adil, dan saya ingin mengungkapkan kebenaran, tetapi murid-murid saya bisa terluka jika saya berbicara, dan suasana sepak bola domestik tidak baik," ungkap Shin Tae-yong, dikutip dari Channel A.
Baca Juga: Pratama Arhan Resmi Gabung Persija, Teken Kontrak Tiga Musim dan Siap Reuni dengan Shin Tae-yong!
Fakta Isu Sanksi Shin Tae-yong dari KFA
Kabar mengenai jatuhnya sanksi disiplin berat yang sempat dinarasikan mencakup penangguhan kualifikasi hingga larangan berkecimpung di sepak bola domestik Korea Selatan faktanya belum bisa dibenarkan.
Berdasarkan penelusuran mendalam dari berbagai sumber kredibel seperti laporan Reuters, FIFA, Yonhap News, hingga ANTARA, tidak ditemukan adanya keputusan resmi atau sanksi disiplin yang dijatuhkan KFA kepada Shin Tae-yong.
Polemik yang sebenarnya terjadi di Korea Selatan berakar dari hasil audit pemerintah terhadap tata kelola organisasi KFA, khususnya menyangkut prosedur administratif penunjukan pelatih.
Rekomendasi sanksi dan tindakan tegas dari audit tersebut justru diarahkan kepada sejumlah pejabat tinggi KFA, termasuk Presiden KFA Chung Mong-gyu, bukan kepada sang juru taktik.
Baca Juga: Alasan Utama Shin Tae-yong Mantap Latih Persija Jakarta Akhirnya Terkuak
Pencampuran narasi antara audit internal KFA dan popularitas tinggi Shin Tae-yong di kancah sepak bola Asia disinyalir menjadi pemicu munculnya kebingungan di kalangan suporter, terutama pencinta sepak bola di Tanah Air.
Editor : Shinta Nurma Ababil