JP Radar Kediri – Piala Soeratin U-13 dan U-15 Kota Kediri tengah bergulir. Saat ini, seluruh tim yang turut serta masih berjuang dalam babak penyisihan. Yang mana, pertandingan tersebut berlangsung di Lapangan Ngronggo untuk U-15 dan Lapangan Balowerti untuk U-13.
“Babak penyisihan U-13 itu masih sampai Rabu nanti, kalau U-15 nya sampai Minggu,” jelas Ketua Pelaksana Piala Soeratin Kota Kediri Sehat.
Dalam ajang ini, dia menerangkan bahwa peserta U-13 ada sebanyak 18 tim. Selanjutnya, tim-tim tersebut dibagi menjadi empat grup, yaitu A, B, C, dan D. Yang mana, grup A dan B tersebut berisi empat tim. Sedangkan grup C dan D masing-masing berisi lima tim.
Sementara itu, peserta dari U-15 ada sebanyak 15 tim. Dalam hal ini, tim juga dibagi menjadi empat grup. Rinciannya, tiga grup berisi empat tim sedangkan satu grup sisanya berisi tiga tim.
“Setelah babak penyisihan selesai nanti langsung ke knock out, sistem gugur,” lanjut Sehat.
Pada kompetisi usia dini ini, pria berkacamata itu menjelaskan bahwa durasi bermain yang diterapkan berbeda dengan tim senior. Khusus U-13, durasi permainannya yaitu 2x30 menit. Lalu untuk U-15 adalah 2x35 menit.
“Regulasi dari Jawa Timur memang seperti itu,” terangnya.
Dia menyebut, pelaksanaan Piala Soeratin Kota Kediri ini akan berakhir pada 30 Juli untuk U-15 dan 2 Agustus untuk U-13. Selanjutnya, tim yang berhasil menjadi juara akan melanjutkan ke tingkat Jawa Timur.
Sejauh ini, Sehat mengaku pelaksanaan Piala Soeratin di dua kelompok usia tersebut berjalan dengan lancar. Menurutnya, situasi di lapangan juga masih aman. Alias tak ada tragedi serius yang membahayakan tim.
“Alhamdulillah tidak ada kendala berarti,” ucapnya.
Pantauan koran ini, pertandingan di kelompok usia dini ini mendapat antusias tersendiri. Banyak orang tua pemain yang datang untuk menyaksikan anaknya bermain. Baik di Lapangan Ngronggo maupun Lapangan Balowerti.
Sementara, suasana di dalam lapangan tak kalah menegangkan dari pertandingan tim profesional. Bedanya, penonton pertandingan akan lebih sering mendengar teriakan para pelatih. Dalam hal ini, Sehat menerangkan bahwa pelatih bebas memainkan siapa saja pemain yang dimiliki.
“Jadi bebas, untuk pemain yang tahu kan pelatih, dia melihat situasi di lapangan. Jadi nggak semua harus dimainkan, kalau semua dimainkan sementara targetnya ingin lolos otomatis hasilnya bisa jadi kalah,” terang Sehat.(em/fud)
Editor : Mahfud