JP Radar Kediri – Lamine Yamal resmi menorehkan sejarah baru dalam sepak bola dunia. Wonderkid berusia 19 tahun itu menjadi simbol kejayaan Spanyol setelah mengangkat trofi Piala Dunia FIFA 2026, usai mengalahkan Argentina 1-0 melalui babak perpanjangan waktu pada final di New York New Jersey Stadium, Senin (20/7) dini hari WIB.
Meski gol kemenangan Spanyol dicetak Ferran Torres pada menit ke-106, sorotan dunia tetap tertuju kepada Yamal yang menjadi motor serangan La Roja sepanjang turnamen.
Yang membuat kisah ini semakin istimewa adalah perjalanan Yamal menuju gelar juara.
Di babak 16 besar, Spanyol lebih dulu menyingkirkan Portugal yang diperkuat Cristiano Ronaldo, mengakhiri mimpi sang megabintang untuk kembali merebut trofi Piala Dunia.
Kemudian di partai final, Yamal menghadapi idolanya sendiri, Lionel Messi. Argentina datang sebagai juara bertahan dan berharap mempertahankan gelar, tetapi pertahanan disiplin Spanyol membuat Messi kesulitan memberikan pengaruh besar sepanjang pertandingan.
Dengan demikian, dalam satu turnamen Piala Dunia, Yamal melewati dua nama terbesar sepak bola modern: Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi.
Simbol Pergantian Generasi
Final ini bukan sekadar perebutan gelar juara dunia.
Pertandingan tersebut dipandang sebagai simbol pergantian generasi, mempertemukan Lionel Messi yang telah mendominasi sepak bola selama hampir dua dekade dengan Lamine Yamal, pemain muda yang kini menjadi wajah baru sepak bola Spanyol. Bahkan Presiden FIFA Gianni Infantino sebelumnya menyebut duel Messi kontra Yamal sebagai "berkah bagi sepak bola".
Spanyol Raih Gelar Dunia Kedua
Kemenangan atas Argentina memastikan Spanyol meraih gelar Piala Dunia kedua setelah sebelumnya menjadi juara pada 2010 di Afrika Selatan.
Sepanjang turnamen, tim asuhan Luis de la Fuente tampil konsisten dengan permainan berbasis penguasaan bola. Di final, Spanyol mendominasi jalannya pertandingan sebelum akhirnya memecah kebuntuan melalui Ferran Torres pada babak tambahan waktu.
Awal Era Baru
Meski tidak mencetak gol di final, kontribusi Yamal sepanjang Piala Dunia membuat namanya semakin mengukuhkan diri sebagai salah satu pemain terbaik generasi baru.
Banyak pengamat menilai keberhasilan Spanyol mengangkat trofi dunia dengan Yamal sebagai pemain kunci menjadi tanda dimulainya era baru sepak bola internasional.
Jika Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi mendominasi dua dekade terakhir, maka Piala Dunia 2026 bisa dikenang sebagai turnamen ketika tongkat estafet resmi berpindah ke tangan Lamine Yamal.
Editor : Miko