KEDIRI, JP Radar Kediri – Pekan olahraga provinsi (porprov) menjadi ajang bergengsi di tingkat kabupaten atau kota.
Itulah yang membuat Asosiasi Kota Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (Askot PSSI) Kediri ngotot mencatat prestasi. Tahun depan, medali emas menjadi targetnya.
“Porprov targetnya memang prestasi,” kata Ketua Askot Kediri Tomi Ari Wibowo.
Dia mengatakan, ajang porprov tak bisa disamakan dengan kompetisi kelompok umur (KU). Yang mana, dalam KU 17, dia tak punya ambisi besar untuk prestasi.
Sebab, ajang itu memang ditujukan untuk pembinaan. Ajang yang bertujuan untuk meningkatkan jam terbang pemain.
Baca Juga: Nasib Marcos Reina Masih Jadi Tanda Tanya, Unggahan di Instagram Jadi Sinyal Bertahan di Persik?
Sementara, kompetisi di porprov membawa nama daerah. Yaitu Kota Kediri.
Sehingga, beban yang ditanggung lebih berat. “Kami bawa nama Kota Kediri. Targetnya tetap medali emas,” tekannya.
Oleh karenanya, Askot PSSI Kediri menggaet pelatih yang namanya cukup dikenal publik Kediri. Adalah Alfiat.
Ya, sosok pelatih asli Kediri ini sudah lama berkecimpung di sepak bola. Khususnya di Kediri.
Di samping itu, sosoknya juga pengalaman yang bagus. Pernah membantu tim kepelatihan Persik Kediri.
“Sampai porprov tetap coach Alfiat, karena kami menargetkan medali jadi harus cari pelatih yang bagus,” jelasnya.
Saat ini, tim untuk porprov masih dalam proses pembentukan skuad. Alfian tengah menyaring pemain terbaik dari Kota Kediri.
Setidaknya, ada program latihan seminggu sekali. Kedepan, Tomi menyebut akan menjalankan program pemusatan latihan kota (puslatkot). “Kami juga akan ikutkan turnamen-turnamen,” tandasnya.
Seperti diberitakan, Asosiasi Kota Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (Askot PSSI) Kediri mulai melakukan penjaringan pemain pada 10 Mei lalu.
Baca Juga: Pelatih Persik Kediri Marcos Reina Tak Suka Laga Tandang Jarak Jauh
Seleksi itu diikuti sekitar 35 pemain dari Kota Kediri. Yang mana, pada proses seleksi itu, para pemain diberikan kesempatan untuk melakukan games.
Bisa dibilang, tim sepak bola porprov Kota Kediri saat ini masih belum final. Artinya, proses seleksi masih terus berjalan secara internal.
Alfiat menyebut, pihaknya akan menerapkan sistem promosi dan degradasi. Sistem ini diharapkan bisa memacu para pemain untuk terus menunjukkan performa terbaiknya. (em/tar)
Editor : Andhika Attar Anindita