KEDIRI, JP Radar Kediri– Sepak bola menjadi salah satu olahraga yang mendapat antusias tinggi. Bahkan, perihal anggaran jatahnya pun berbeda. Jauh di atas cabang olahraga (cabor) lainnya.
Asosiasi Kota Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (Askot PSSI) Kediri mendapat jatah anggaran sebesar Rp 1 miliar.
Padahal, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Kediri hanya memperoleh Rp 6 miliar. Wajar bila muncul kecumburuan dari cabang olahraga (cabor) lainnya.
Nyatanya, Ketua KONI Kota Kediri Eko Agus Koko punya alasan kuat terhadap pemberian jatah Rp 1 miliar tersebut.
“PSSI itu ada inpres (instruksi presiden), percepatan piala dunia itu lho. Jadi memang beda,” kata pria yang akrab disapa Koko itu.
Baca Juga: Atlet Tarung Derajat Kabupaten Kediri Dapat Samsak Baru
Inpres yang dimaksud itu adalah Inpres Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Persepakbolaan Nasional.
Inpres tersebut dibuat dalam masa kepemimpinan Joko Widodo. Yang mana, tujuan utamanya memang peningkatan prestasi sepak bola nasional.
Sehingga, beberapa menteri dan kepala daerah perlu memberi perhatian khusus. Mulai dari pembinaan hingga penyediaan sarana dan prasarana sepak bola.
Nah, inpres itulah yang menjadi landasan KONI dalam pemberian anggaran kepada PSSI.
“Ada surat yang ditujukan ke KONI bahwa ada inpres nomor berapa itu ada. Itu sebagai dasar KONI. Sepak bola sendiri kan melibatkan banyak atlet, harus banyak pertandingan, kan gitu,” jelas Koko.
Menurutnya, tidak hanya sepak bola yang mendapat perhatian khusus dari pemerintah pusat. Saat ini, cabor angkat besi dan panjat tebing juga mendapat perhatian lebih.
Itu tak terlepas dari prestasi dari kedua cabor tersebut tengah moncer di tingkat internasional.
Untuk diketahui, salah seorang ketua cabor sempat mempertanyakan perbedaan anggaran yang diperoleh. Dari sekitar 50 cabor yang ada, PSSI Kota Kediri mendapat jatah paling besar.
Yaitu sebanyak Rp 1 miliar. Sedangkan, puluhan cabor lainnya menerima nasib yang berbeda.
Kritikan itu sendiri dilayangkan pada kegiatan Forum Group Discussion (FGD) KONI Kota Kediri pada Kamis (30/4) lalu. (em/tar)
Editor : Andhika Attar Anindita