KEDIRI, JP Radar Kediri- Kompetisi Askot Super League mendapat antusias besar dari tim-tim di Kota Kediri.
Total ada 14 sekolah sepak bola (SSB) yang turut serta. Nantinya, mereka akan turun dalam beberapa kelompok usia (KU).
Meliputi 10 tim dari KU 9 tahun, 16 tim di KU 11 tahun, 12 tim di KU 13 tahun, dan 8 tim di KU 15 tahun.
"Saya buat sistem kompetisi penuh," kata Ketua Pelaksana Askot Super League Suswanto.
Dia menerangkan, kompetisi ini akan dimulai pada 26 April. Untuk venue pertandingan perdana akan berlangsung di Lapangan Gajahmada, Pesantren, Kota Kediri. Selanjutnya, venue akan berganti.
Baca Juga: Gelandang Persik Kediri Telmo Bahagia Bisa Merumput Lagi, Terasa Sempurna kala Tim Menang
"Nanti akan muter Mbak, diinfokan setelah pertandingan," janjinya sembari menyebut lapangan yang akan digunakan adalah lapangan Kelurahan Balowerti, Mrican, Dermo, serta Wali Barokah.
Dalam kompetisi usia dini ini, Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Kota Kediri berharap bisa memberi kesempatan menit bermain untuk talenta muda. Ini penting untuk regenerasi pesepak bola di Kediri.
Suswanto menekankan, Askot Super League ini memang digelar bukan untuk mencari juara.
Karenanya, dia berharap pelatih-pelatih di SSB tidak melakukan pinjam meminjam pemain.
"Ini adalah wadah untuk mengembangkan skill pemain dan mental, bukan semata-mata memburu juara," ingatnya.
Lebih lanjut, dia berharap para orang tua pemain bisa memberi support sewajarnya. Tidak harus mengucap kata-kata kasar saat pertandingan berjalan. Ini penting untuk membentuk attitude pemain.
Baca Juga: Tiket Papan Atas Kandas, Persik Kediri Mustahil Raih Predikat Lima Besar
"Biarkan anak bermain dengan skill yang dimilikinya. Jangan mengatakan kata kata yang tidak pantas," tegas Suswanto. (em/tar)
Editor : Andhika Attar Anindita