KEDIRI, JP Radar Kediri– Seleksi Inter Kediri U-17 berlanjut. Sabtu (14/3) kemarin, puluhan pesepak bola muda unjuk gigi lagi.
Penampilannya harus lebih baik dibanding seleksi tahap pertama. Pasalnya, mereka telah mendapat evaluasi mana-mana saja yang harus diperbaiki. Sehingga, tim penyeleksi bakal lebih jeli.
“Seleksi ini rangkaian dari tahap pertama,” kata tim penyeleksi Inter Kediri U-17 Qischil Gandrum Minni.
Kabar baiknya, dia melihat beberapa peserta mulai memahami permainan yang diinginkan Inter Kediri. Itu ditunjukkan ada perbaikan diri dari penampilan sebelumnya.
Meski belum bisa menilai secara kekuatan fisik pemain, setidaknya game plan yang diinginkan dapat dipahami.
“Mereka secara otaknya bisa nyambung, bisa klik. Terus komposisi pemain juga tinggal memasang-masangkan saja,” bebernya.
Seleksi tahap kedua itu sendiri berlangsung di lapangan Kelurahan Ngronggo, Kota Kediri. Proses seleksi dimulai sekitar 14.30 hingga menjelang maghrib.
Selanjutnya, setiap peserta bermain mendapatkan kesempatan sebanyak tiga sampai empat kali bermain.
Itu untuk yang baru pertama kali mendaftar seleksi di hari tersebut. Sementara, mereka yang telah mengikuti dari tahap pertama bermain sebanyak dua kali.
“Kami kasih kesempatan untuk yang baru-baru ini agar bisa maksimal. Istilahnya dia (pemain, Red) juga puas, kaminya juga puas ngelihatnya,” terang eks pemain Persik Kediri ini.
Ternyata, tim penyeleksi akan mulai melakukan pencoretan nama-nama pemain di tahap kedua ini. Artinya, dalam seleksi ketiga nanti, tidak semua peserta yang mendaftar bakal dipanggil namanya.
Dalam seleksi selanjutnya, tim penyeleksi akan memanggil sekitar 40 pemain. “Nanti kami pangkas untuk seleksi ketiganya,” tandasnya.
Seperti diberitakan, seleksi pertama Inter Kediri U-17 telah berlangsung pada Sabtu (7/3) lalu. Saat itu, pesertanya mencapai sekitar 65 pemain.
Asalnya pun tidak hanya dari Kediri. Ada dari Nganjuk, Tulungagung, Sidoarjo, dan lainnya. Seleksi ini akan dilakukan secara tiga tahapan. Dan tahapan terakhirnya akan berlangsung pasca-lebaran nanti. (em/tar)
Editor : Andhika Attar Anindita