JP Radar Kediri- Manchester United dilaporkan telah mencapai kesepakatan transfer dengan penjaga gawang muda Royal Antwerp, Senne Lammens.
Nilai kesepakatan dengan kiper muda asal Belgia tersebut diyakini oleh beberapa pihak mencapai 21 juta euro.
Itu sudah termasuk sejumlah bonus yang bergantung pada performa dan pencapaian individu maupun di tingkat klub.
Kiper asal Belgia itu dikabarkan akan segera tiba di Manchester dalam waktu dekat untuk menjalani tes medis. Mengindikasikan bahwa kepindahan ini hanya tinggal menunggu pengumuman resmi.
Langkah ini tentu saja menimbulkan sejumlah pertanyaan besar terkait masa depan Andre Onana, yang musim lalu tampil inkonsisten di bawah mistar gawang Setan Merah.
Meski didatangkan dengan ekspektasi tinggi dari Inter Milan, performa Onana kerap menuai kritik tajam akibat blunder dan kurangnya kepemimpinan di lini belakang.
Kedatangan Lammens bisa menjadi sinyal bahwa manajemen mulai kehilangan kepercayaan pada kiper asal Kamerun tersebut.
Yang menarik, transfer ini terjadi di saat United juga masih intens bernegosiasi untuk mendatangkan Emiliano Martinez dari Aston Villa.
Jika kedua transfer ini terealisasi, maka akan ada tiga kiper dengan label “calon utama” di skuad Ruben Amorim.
Tentu kondisi ini sangat jarang terjadi dan berpotensi menciptakan dinamika ruang ganti yang rumit.
Secara taktis, kehadiran Lammens akan memengaruhi formasi dan pendekatan permainan United.
Kiper berusia 23 tahun itu dikenal dengan kemampuan distribusi bola yang solid dan refleks cepat, dua aspek yang sangat dibutuhkan dalam sistem permainan Ruben Amorim.
Namun, membebani Lammens sebagai solusi utama terlalu dini bisa menjadi bumerang, apalagi mengingat tekanan besar di Old Trafford.
Sementara itu, situasi Onana kian tak menentu. Jika Martinez juga berhasil didatangkan, peluang Onana untuk tetap menjadi pilihan utama tampak semakin menipis.
Isu hengkangnya Onana pun mulai mencuat. Langkah United merekrut Lammens adalah sinyal bahwa perombakan besar sedang dirancang di sektor penjaga gawang.
Apakah ini bentuk persaingan sehat atau awal dari krisis kepercayaan di lini belakang, hanya waktu yang akan menjawab.
Editor : Andhika Attar Anindita