Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Jejak IKSPI Kera Sakti, dari Madiun hingga Sampai di Kota Kediri

Satriya Agung Prakoso • Sabtu, 12 Juli 2025 | 13:05 WIB
Jejak IKSPI Kera Sakti, Dari Madiun hingga Menyebar ke Kota Kediri
Jejak IKSPI Kera Sakti, Dari Madiun hingga Menyebar ke Kota Kediri

JP Radar Kediri – Ikatan Keluarga Silat Putera Indonesia (IKSPI) Kera Sakti merupakan salah satu perguruan pencak silat terbesar di Indonesia. Perguruan seni bela diri ini didirikan oleh Raden Totong Kiemdarto.

Perguruan ini berdiri secara resmi pada 15 Januari 1980 di Jalan Merpati No. 45, Kelurahan Nambangan Lor, Kecamatan Mangunharjo, Kota Madiun. Awalnya, perguruan ini bernama IKSPI, singkatan dari Ikatan Keluarga Silat "Putera Indonesia".

Namun, seiring perkembangannya, nama “Kera Sakti” ditambahkan karena masyarakat dan murid-murid lebih mengenal jurus khas perguruan yang menyerupai gerakan kera.

Totong Kiemdarto yang lahir pada 20 Oktober 1953 di Madiun, mengembangkan ajaran silat ini dengan menggabungkan unsur bela diri tradisional, seperti teknik silat monyet dan pendekatan spiritual, untuk membentuk manusia yang sehat lahir dan batin serta berjiwa Pancasila.

Dalam kurun waktu singkat, IKSPI berkembang tidak hanya di Madiun, tapi juga merambah ke luar daerah bahkan hingga ke luar pulau.

Menurut Ketua Cabang IKSPI Kera Sakti Kota Kediri saat ini, Edy Setiono, IKSPI mulai masuk ke wilayah Kediri pada awal 1990-an. Sosok yang pertama kali mengenalkan perguruan ini di Kediri adalah KH. Muhani, seorang perantau asal Ngawi yang tinggal di Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri.

Pada awalnya, KH. Muhani hanya memiliki dua murid, yaitu Muh. Ghofur dan Martoyo. Setelah keduanya disahkan menjadi warga IKSPI, mereka membuka tempat latihan di Balai Desa Semen. Dari situ, jumlah anggota mulai bertambah dan menjangkau desa-desa sekitar.

Tahun 1993, tempat latihan baru dibuka di Kelurahan Campurejo, Kota Kediri. Kemudian, tahun 1995, IKSPI mulai dikenal di kalangan pelajar setelah membuka latihan di SMKN 1 Kediri. Seiring waktu, IKSPI Kera Sakti terus berkembang pesat di Kota dan Kabupaten Kediri.

Kepemimpinan cabang pun mengalami beberapa kali pergantian. Setelah KH. Muhani, kepemimpinan dilanjutkan oleh Maksum (ketua cabang kedua), Kadir (ketua cabang ketiga), dan Soeparno (ketua cabang keempat).

Pada tahun 2021, sesuai dengan AD/ART perguruan dan penyesuaian administrasi pemerintah, cabang Kediri resmi terbagi menjadi dua: Cabang Kota Kediri dan Cabang Kabupaten Kediri. Saat ini, Ketua Cabang Kota Kediri dijabat oleh Edi Setiono, S.H., M.H.

IKSPI Kera Sakti kini dikenal sebagai salah satu perguruan bela diri terbesar di Asia Tenggara, dengan padepokan pusat di Madiun dan cabang hingga luar negeri seperti Malaysia, Timor Leste, Singapura, dan Thailand.

Baca Juga: Makna Lambang IKSPI Kera Sakti: Bukan Sekadar Logo, Tapi Jadi Filosofi Hidup

Untuk mendapatkan berita- berita terkini  Jawa Pos  Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

Editor : rekian
#kediri #IKSPI #kera sakti #sejarah #silat #pencak silat #pencak