JP Radar Kediri - PSHT atau Persaudaraan Setia Hati Terate merupakan salah satu perguruan pencak silat yang cukup dikenal luas. Perguruan ini juga tercatat sebagai anggota resmi Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI).
Seperti halnya perguruan silat lainnya, PSHT memiliki lambang dan logo yang tidak hanya menjadi identitas, tetapi juga mengandung filosofi yang mendalam.
Baca Juga: Mapak Suro, PSHT Kediri Gelar Tirakatan Serentak dan Terhubung ke Pusat
Dilansir dari laman resmi shterate.com, setiap elemen dalam lambang PSHT memiliki makna yang mencerminkan nilai-nilai luhur kehidupan.
1. Segi Empat Panjang
Bentuk segi empat melambangkan perisai atau benteng pertahanan diri. Simbol ini juga menyatakan kesiapan menghadapi berbagai arah kehidupan, seperti empat mata angin.
Artinya, setiap warga PSHT diharapkan mampu menjaga diri, baik secara fisik maupun rohani.
2. Hati Putih Bertepi Merah
Lambang hati putih melambangkan kesucian hati. Sementara tepian merah menggambarkan bahwa cinta dan kasih sayang harus memiliki batas. Cinta yang tak terkendali dianggap dapat menimbulkan malapetaka.
3. Dasar Warna Hitam
Warna hitam dalam latar lambang diartikan sebagai keabadian dan kekekalan. Simbol ini menjadi harapan agar PSHT tetap berdiri kokoh sepanjang zaman.
Baca Juga: Tak Sekadar Bela Diri, Inilah Makna Falsafah dan Semboyan PSHT
4. Sinar Putih dari Gambar Hati
Sinar putih yang memacar dari gambar hati menunjukkan semangat memberi manfaat kepada sesamamakhluk Tuhan Yang Maha Esa. Hal ini menegaskan bahwa keberadaan warga PSHT harus memberikan dampak positif bagi sekitarnya.
5. Garis Putih Tegak Lurus
Garis putih tegak lurus di tengah warna merah menyimbolkan keberanian karena kebenaran dan ketakutan karena kesalahan. Filosofi ini mengajarkan warga PSHT untuk menjunjung tinggi keadilan dan kebenaran.
6. Bunga Teratai Putih
Bunga teratai yang mengapung di atas udara terdiri dari tiga bagian: kuncup, setengah mekar, dan mekar. Lambang ini menyiratkan penghormatan terhadap keberagaman agama, suku, ras, dan budaya.
7. Lukisan Senjata Silat
Terdapat lukisan senjata tradisional seperti toya, pedang, belati, dan rambik. Maknanya adalah setiap pesilat memiliki senjata sebagai bentuk perlindungan dan keteguhan dalam membela diri.
Baca Juga: Sejarah Singkat PSHT: Warisan Eyang Suro yang Mendunia dari Tanah Madiun
8. Tulisan 'Persaudaraan Setia Hati Terate'
Tulisan ini menjadi penguat filosofi utama perguruan, yakni persaudaraan yang dibangun dari hati yang tulus, bersih, dan ikhlas.
Lambang PSHT dirancang bukan hanya sebagai simbol visual, tetapi juga sebagai pengingat akan nilai-nilai moral dan spiritual yang harus dijalankan dalam kehidupan sehari-hari oleh setiap warganya.