Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Mitos atau Fakta, Langit Selalu Mendung Saat Jumat Agung?

Redaksi Radar Kediri • Jumat, 18 April 2025 | 22:44 WIB
Mitos atau Fakta, Langit Selalu Mendung Saat Jumat Agung?
Mitos atau Fakta, Langit Selalu Mendung Saat Jumat Agung?

JP Radar Kediri- Setiap tahun, saat umat Kristiani memperingati Jumat Agung, ada satu hal menarik yang sering dibicarakan yaitu langit yang tampak mendung, bahkan kadang disertai hujan.

Banyak orang menganggap ini bukan kebetulan, melainkan sesuatu yang “selalu” terjadi.

Tak jarang, hal ini dikaitkan langsung dengan suasana duka atas kematian Yesus Kristus di kayu salib.

Tapi benarkah langit memang selalu mendung di hari Jumat Agung?

Apakah ini hanya mitos yang diwariskan dari generasi ke generasi, atau ada fakta spiritual maupun ilmiah di baliknya?

Keyakinan bahwa langit gelap pada Jumat Agung sebenarnya memiliki akar dalam narasi Injil. Dalam Injil Matius 27:45 tertulis:

“Mulai dari jam dua belas kegelapan meliputi seluruh daerah itu sampai jam tiga."

Kegelapan yang meliputi wilayah sekitar penyaliban Yesus selama tiga jam ini dianggap sebagai peristiwa supranatural yang mencerminkan penderitaan alam semesta atas kematian Sang Juruselamat.

Peristiwa tersebut begitu kuat melekat dalam tradisi gerejawi, hingga banyak orang percaya bahwa langit mendung atau hujan di hari Jumat Agung adalah cara alam mengingat kembali kejadian itu.

Secara ilmiah, tidak ada bukti bahwa Jumat Agung secara konsisten selalu mendung di seluruh dunia setiap tahunnya.

Cuaca adalah fenomena atmosfer yang dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti musim, tekanan udara, dan letak geografis.

Oleh karena itu, kemungkinan langit mendung pada Jumat Agung bisa jadi kebetulan belaka, apalagi karena Jumat Agung jatuh pada musim hujan di beberapa wilayah, seperti di Indonesia.

Namun, karena Jumat Agung selalu jatuh di sekitar Maret atau April yang merupakan bulan-bulan transisi musim di banyak negara tropis.

Cuaca mendung atau hujan memang kerap terjadi, sehingga kesan "selalu mendung" bisa terasa nyata, meski tidak bersifat universal.

Bagi banyak umat Kristen, langit yang mendung pada Jumat Agung bukan hanya fenomena cuaca biasa, melainkan simbol kesedihan dan duka.

Kegelapan langit seakan menggambarkan suasana batin yang berkabung atas penderitaan dan kematian Yesus di kayu salib.

Jadi meskipun secara ilmiah langit mendung tidak selalu terjadi, maknanya tetap kuat dan menyentuh secara spiritual.

Jadi, apakah langit selalu mendung saat Jumat Agung? Jawabannya
tidak selalu, secara ilmiah, tetapi ya, secara simbolis dan spiritual bagi banyak orang beriman.

Kepercayaan ini lahir dari kekuatan narasi Alkitab dan pengalaman batin umat yang merenungkan pengorbanan Yesus.

Terlepas dari cuaca di luar sana, Jumat Agung tetap menjadi hari perenungan yang dalam baik di bawah langit yang mendung maupun cerah.

Penulis: Joenaidi Zidane, Mahasiswa Magang Politeknik Negeri Madiun (PNM)

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#jumat agung #mitos atau fakta #perayaan #jumat agung 2025