JP Radar Kediri- Banyak situs candi di Dataran Tinggi Dieng Wonosobo maupun Banjarnegara. Awalnya diperkirakan ada puluhan bahkan mencapai 100 candi. Namun karena banyak peristiwa alam, candi yang ditemukan hanya tersisa 8 ketika awal 1800-an.
Pemerintah Hindia Belanda lalu merekonstruksi bangunan tersebut.
Berdasarkan situs indonesia.go.id, Dieng juga menyisakan misteri candi yang diyakini tertua di Jawa.
Konon, sedikit lebih tua dari kompleks Candi Gedong Songo di Gunung Ungaran dan lebih tua dari Borobudur.
Paling dikenal adalah Candi Arjuna. Ini peninggalan Kerajaan Mataram Kuno yang bercorak Hindu beraliran Syiwa.
Baca Juga: Dipercaya Punya Daya Magis, Pohon Tlogosari Bisa Dibuat Pipa Rokok Beraroma Khas
Candi ini dibangun sekitar abad ke-7 hingga ke-9 oleh Dinasti Sanjaya. Candi ini terletak di Dataran Tinggi Dieng, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, yang memiliki ketinggian sekitar 2.000 meter di atas permukaan laut.
Candi ini merupakan bagian dari Kompleks Percandian Arjuna, yang terdiri dari lima candi, yaitu Candi Arjuna, Candi Puntadewa, Candi Srikandi, Candi Sembadra, dan Candi Semar.
Hanya Candi Arjuna memiliki arsitektur sederhana dan elegan, dengan bentuk stupa yang berdiri di atas batur (alas) persegi.
Candi ini memiliki tinggi sekitar 7 meter, dengan panjang dan lebar sekitar 5 meter. Candi ini memiliki satu pintu masuk yang menghadap ke timur, dan satu ruang utama yang berisi arca Syiwa Mahadewa.
Candi ini juga dihiasi dengan relief-relief yang menggambarkan adegan-adegan dari wiracarita Mahabharata dan Ramayana, serta hiasan-hiasan geometris dan flora.
Baca Juga: Misteri Gua Semar yang Paling Keramat di Dataran Tinggi Dieng
Tidak hanya bernilai sejarah dan budaya tinggi, tetapi juga memiliki mitos dan legenda menarik.
Paling terkenal adalah kisah cinta, kekuasaan, dan pengorbanan antara Arjuna, Srikandi, dan Sembadra, yang merupakan tokoh-tokoh utama wiracarita Mahabharata.
Kisahnya bermula dari Arjuna yang merupakan ksatria gagah dan tampan. Dia putra Prabu Pandu dari Kerajaan Hastinapura.
Memiliki empat saudara, yaitu Yudistira, Bima, Nakula, dan Sadewa, yang dikenal sebagai Pandawa Lima.
Arjuna memiliki lima istri, yaitu Draupadi, Ulupi, Citrānggadā, Subadra, dan Srikandi.
Baca Juga: Tradisi Rabu Abu, Pertobatan Pada Masa Prapaskah
Suatu hari, Arjuna mendapat tugas dari Kresna untuk mengalahkan Niwatakawaca, raja raksasa yang jahat dan angkuh, yang menguasai Kerajaan Pragjyotisa.
Arjuna pun berangkat ke medan perang, didampingi Srikandi dan Sembadra. Namun, dalam perjalanan, mereka harus melewati Gunung Dieng, yang merupakan tempat tinggal para dewa dan dewi.
Di sana bertemu Dewa Indra, ayah kandung Arjuna, yang mengajak mereka tinggal di surga bersamanya.
Namun Arjuna menolak, karena merasa memiliki kewajiban menyelesaikan tugasnya. Namun, Srikandi dan Sembadra tergoda rayuan Dewa Indra, dan bersedia tinggal di surga.
Arjuna pun kecewa dan marah, dan meninggalkan mereka berdua.
Baca Juga: Mitos Cungkir Emas Presiden Soekarno di Dasar Waduk Cacaban
Arjuna kemudian melanjutkan perjalanannya, dan berhasil mengalahkan Raja Niwatakawaca, dengan bantuan Kresna dan Hanoman.
Arjuna pun kembali ke Gunung Dieng, untuk menjemput Srikandi dan Sembadra. Namun, ia mendapati bahwa mereka telah berubah menjadi dua batu, yang disebut Batu Srikandi dan Batu Sembadra.
Ternyata, Dewa Indra telah mengutuk mereka, karena mereka telah meninggalkan suami mereka. Arjuna pun merasa sedih dan menyesal, dan memutuskan untuk tinggal di Gunung Dieng, untuk menjaga mereka berdua. Ia pun berubah menjadi sebuah batu, yang disebut Batu Arjuna.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira