JP Radar Kediri - Program unggulan Desa Grogol tidak hanya di sektor olahraga. Pemerintah desa juga menyediakan ruang bagi anak-anak pecinta seni tradisional untuk belajar dan berkembang. Khususnya seni tari melalui Sanggar Sowaka.
Meski baru berjalan sekitar 8 bulan, namun sanggar itu sudah punya sekitar 55 anggota. Mereka tak hanya berasal dari Desa Grogol, melainkan juga desa di sekitarnya.
Kepala Desa Grogol Suparyono mengatakan, para pembina Sanggar Sowaka merupakan warga desa setempat. Mereka merupakan anak-anak Desa Grogol yang masih bersekolah, tetapi sudah memiliki prestasi di bidang tari. Selain itu, ada pula pembina yang merupakan mahasiswa Institut Seni Indonesia (ISI).
“Pelatihnya warga sini, tapi kalau muridnya tidak warga sini semua. Dari Grogol dan sekitarnya,” ujar Suparyono.
Baca Juga: Pemdes Grogol Kediri Bangun Arena Badminton untuk Majukan Olahraga
Latihan digelar setiap Sabtu dan Minggu. Karena belum memiliki tempat latihan, kegiatan tersebut sementara dilakukan di rumah Suparyono, tepatnya di pendopo rumahnya.
Menurut Suparyono, keberadaan sanggar tidak hanya untuk mengajarkan gerakan tari. Anak-anak juga dikenalkan dengan kesenian tradisional sekaligus diberi ruang untuk mengembangkan kreativitas.
“Kalau tari itu untuk acara-acara tahunan, misal acara PHBN (Perayaan Hari Besar Nasional, Red) di desa atau kecamatan,” terang Suparyono.
Keberadaan sanggar juga membantu ketika sekolah menggelar kegiatan yang membutuhkan penampilan tari. Karena anak-anak sudah mendapatkan latihan di sanggar, persiapan di sekolah jadi lebih mudah.
Baca Juga: Profil Suparyono Kepala Desa Grogol, Kediri: Kadesnya Anak Muda!
“Kalau ada acara latihannya nggak begitu dari awal karena sudah bisa nari dari sanggar,” ungkapnya.
Bagi Suparyono, kegiatan tersebut menjadi salah satu cara agar anak-anak memiliki aktivitas positif. Di tengah penggunaan gawai yang semakin lekat dengan kehidupan sehari-hari, anak-anak diharapkan memiliki pilihan kegiatan lain untuk mengisi waktu.
“Biar anak juga bisa kreatif dan tidak hanya main HP saja,” pungkasnya.
Editor : MahfudSumber : Radar Kediri