Tradisi Bersih Desa Jongbiru Kediri, Ini Alasan Wayang Kulit Digelar untuk Pertama Kali

Diana Yunita Sari • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 18:33 WIB
Bersih Desa di Jongbiru Gampengrejo diisi dengan kegiatan nguri-nguri budaya (Diana Yunita/JPRK)
Bersih Desa di Jongbiru Gampengrejo diisi dengan kegiatan nguri-nguri budaya (Diana Yunita/JPRK)

JP Radar Kediri - Masyarakat Kabupaten Kediri punya banyak cara dalam merayakan tahun baru Islam. Di Desa Jongbiru, Kecamatan Gampengrejo, peringatan awal tahun itu tidak hanya dimaknai dengan doa bersama saja. Melainkan juga pagelaran seni tradisional sebagai upaya nguri-uri budaya.

Tradisi bersih desa setiap memasuki bulan Sura masih tetap dipertahankan di Desa Jongbiru. Kegiatan itu digelar sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Tahun ini, Pemerintah Desa Jongbiru mengemas tradisi bersih desa dengan menggabungkan kegiatan keagamaan dan pelestarian budaya. Salah satu acara yang digelar adalah wayang kulit semalam suntuk.

Penjabat (Pj) Kepala Desa Jongbiru Angger Grindo Hargoro mengatakan, bersih desa selama ini rutin diisi dengan pengajian dan santunan kepada masyarakat. Namun, pada peringatan tahun ini, pemerintah desa (pemdes) juga menghadirkan pagelaran wayang kulit. 

Baca Juga: Mudahkan Warga, Pemdes Semen Kediri Bangun Gedung Olahraga dan Kantor Pelayanan

Pertunjukan seni tradisional itu dipilih sebagai upaya nguri-uri budaya. Sekaligus memberikan ruang bagi generasi muda untuk berkesenian. Terbukti, pagelaran wayang itu berhasil jadi magnet hiburan bagi masyarakat, termasuk generasi muda. 

"Pada tahun ini kami mengangkat tema yang memadukan nilai-nilai agama dan budaya. Hal itu sejalan dengan semangat Kabupaten Kediri sebagai daerah yang berbudaya," ujarnya.

Pagelaran wayang menghadirkan Sanggar Nawasena dengan para pengrawit dan dalang yang mayoritas anak muda, mulai dari pelajar SMP hingga SMA. Keterlibatan mereka menjadi bukti bahwa kesenian tradisional masih diminati sekaligus memiliki regenerasi yang baik.

Baca Juga: Tak Hanya Wisata Alam, Pemdes Karangrejo Ngasem Kediri Bangun Sumber Air juga Jadi Sarana Edukasi

Menurut Angger, pemerintah desa sengaja melibatkan para seniman muda agar mereka memiliki ruang untuk terus berkarya. Melalui wadah itu, harapannya juga bisa menumbuhkan kecintaan terhadap warisan budaya bangsa.

"Harapan kami, generasi muda ikut nguri-uri budaya, khususnya wayang kulit. Sehingga kesenian tradisional ini tetap lestari dan tidak ditinggalkan," tandasnya.

Melalui tradisi bersih desa tersebut, Pemdes Jongbiru berharap nilai-nilai gotong royong, rasa syukur, serta kecintaan terhadap budaya lokal terus diwariskan kepada generasi berikutnya. Dengan begitu, bersih desa tidak hanya menjadi agenda tahunan saja. Melainkan juga menjadi sarana memperkuat identitas budaya masyarakat di tengah perkembangan zaman. 

Editor : Mahfud
Sumber : Radar Kediri
desa jongbi kabupaten kediri wayang kulit bersih desa gampengrejo kediri