JP Radar Kediri - Tradisi warisan leluhur masih terus dijaga di Desa Bedali, Kecamatan Ngancar. Tak hanya sebagai bentuk nguri-uri kebudayaan, melainkan juga upaya menghidupkan desa. Salah satunya melalui Grebeg Sura yang rutin digelar tiap tahun.
Desa Bedali, Kecamatan Ngancar, memiliki tradisi yang hingga kini tetap dilestarikan. Utamanya setiap menyambut datangnya bulan Sura atau tahun baru dalam kalender Jawa. Tradisi itu dinamakan Grebeg Sura, sebuah perayaan budaya yang diisi dengan kirab seribu tumpeng hasil bumi dan seribu takir plontang atau wadah tradisional yang terbuat dari daun. Kearifan lokal itu terus dipertahankan sebagai wujud rasa syukur warga atas berkah yang diberikan selama setahun terakhir.
Setiap tahun, tradisi ini selalu menjadi agenda yang dinanti warga. Masyarakat akan tumplek blek merayakan peringatan ini. Mulai dari warga Desa Bedali dari 5 dusun, para kelompok tani, pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), hingga lembaga pendidikan.
Baca Juga: Sambut Bulan Sura, Ritual Larung Sesaji di Gunung Kelud Kediri Digelar Terbatas untuk Tokoh Desa
Kepala Desa Bedali Bahrul Rohmat menjelaskan, Grebeg Sura bukan sekadar kegiatan perayaan tahunan. Melainkan juga sarana untuk menjaga warisan budaya sekaligus mengenalkan nilai-nilai kearifan lokal kepada generasi muda.
“Bukan hanya untuk orang tua, tetapi juga agar anak-anak dan generasi muda mengetahui serta ikut melestarikan budaya yang dimiliki desa,” ujarnya.
Adapun kirab itu dimulai dari simpang empat SDN Bedali 1 menuju Lapangan Bedali. Sepanjang perjalanan, peserta mengarak berbagai tumpeng dan hasil bumi yang menjadi simbol rasa syukur masyarakat.
Dalam arak-arakan itu, ada dua tumpeng yang dibawa. Yakni tumpeng lanang dan tumpeng wadon. Keduanya punya filosofi masing-masing. Untuk tumpeng lanang melambangkan hasil bumi Desa Bedali.
“Sedangkan tumpeng wadon berupa makanan olahan. Ini menggambarkan peran bapak dan ibu yang saling melengkapi dalam membangun keluarga dan desa,” terang Bahrul Rohmat.
Baca Juga: Tradisi Mendem Golekan di Kandangan Kediri, Ritual Tolak Bala Sambut Bulan Sura
Tak hanya kirab tumpeng, tradisi Grebeg Sura juga diramaikan dengan sedekah bumi dan persembahan sewu takir plontang. Tahun ini, ada sekitar seribu tumpeng dan seribu takir plontang yang disiapkan. Dan seluruhnya berasal dari swadaya warga Desa Bedali.
Semakin memeriahkan acara, seni barongan juga ditampilkan. Dalam kepercayaan masyarakat, barongan memiliki filosofi Naga Basuki yang dikenal sebagai simbol penolak sengkolo atau marabahaya.
Pertunjukan tersebut sekaligus menjadi doa agar masyarakat Desa Bedali senantiasa dijauhkan dari berbagai musibah, penyakit, dan gangguan yang dapat mengganggu kehidupan warga.
Pelaksanaan Grebeg Suro tahun ini menurutnya lebih meriah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Jumlah tumpeng yang dihadirkan semakin banyak. Selain itu, antusiasme warga juga semakin tinggi menyambut event setahun sekali itu.
Editor : Mahfud