Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Kisah Penyucian Diri Dewi Uma Dihidupkan, Inspiration Art of Tegowangi Kediri Sihir Ratusan Masyarakat

Ayu Ismawati • Minggu, 10 Mei 2026 | 08:58 WIB
Kisah Penyucian Diri Dewi Uma Dihidupkan, Inspiration Art of Tegowangi Sihir Ratusan Masyarakat. (Wahyu Adji)
Kisah Penyucian Diri Dewi Uma Dihidupkan, Inspiration Art of Tegowangi Sihir Ratusan Masyarakat. (Wahyu Adji)

KEDIRI, JP Radar Kediri- Ratusan masyarakat memadati kawasan Candi Tegowangi di Desa Tegowangi, Kecamatan Plemahan, Sabtu malam (9/5).

Pertunjukan seni kolaborasi digelar sebagai rangkaian Hari Jadi Kabupaten Kediri ke-1.222.

Dengan mengambil latar Candi Tegowangi, keindahan drama tari itu berpadu dengan magisnya suasana candi peninggalan era Kerajaan Majapahit. 

Salah satu pertunjukan yang dibawakan adalah kisah penyucian Dewi Durga menjadi Dewi Uma yang dikenal melalui kisah Sudamala.

Dibawakan oleh para seniman muda Kediri, cerita itu jadi simbol kemenangan kebaikan atas kejahatan. Kisah itu pula yang terpahat dalam relief di dinding candi berusia ratusan tahun tersebut. 

Baca Juga: Efisiensi Anggaran Bantuan Alsintan Tetap Jalan: Bertemu Petani di Ngadiluwih, Bupati Dhito Diwaduli Soal Hama

Membacakan sambutan dari Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemerintah Kabupaten Kediri Sonny Subroto Maheri Laksono menyebut, catatan baru untuk masa depan telah terukir saat itu juga.

Bahwa ‘Kediri Berbudaya’ bukan sekadar slogan. Melainkan gaya hidup masyarakat Kabupaten Kediri. Dia berharap, anak-anak muda juga bisa ikut diajak nguri-uri budaya. 

“Kekuatan budaya ini sekarang didukung konektivitas dengan adanya Bandara Dhoho Kediri. Ini bukan hanya sekadar penerbangan, tetapi terbukanya pintu-pintu ke Kediri,” ujarnya. 

Dengan begitu, diharapkan semakin banyak orang datang ke Kediri tidak hanya untuk singgah.

Melainkan juga menyelami kehidupan masyarakatnya dan keberagaman budaya serta kearifan lokal di dalamnya. 

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Kediri Mustika Prayitno Adi menambahkan, acara Inspiration Art of Tegowangi itu merupakan agenda tahunan.

Tahun ini merupakan tahun ke-4 kegiatan itu digelar sekaligus untuk memperingati Hari Jadi Kabupaten Kediri ke-1.222. 

“Antusiasme masyarakat luar biasa, kami sangat berterima kasih. Tentu ini menjadi pemantik bagi kami agar ke depan bisa lebih baik lagi,” kata Mustika. 

Dari tahun ke tahun, kisah Sudamala tetap menjadi pertunjukan utama. Namun, kisah itu dikemas secara berbeda tiap tahunnya, dengan kolaborasi seniman yang beragam. 

Sedangkan Candi Tegowangi dipilih dengan harapan sejarah di balik cagar budaya itu bisa semakin dikenal masyarakat.

Baca Juga: Kerek Keuntungan, Bupati Kediri Dhito Sarankan Peternak Jual Produk Olahan

“Kesenian itu bisa menjadi jembatan untuk memperkenalkan Candi Tegowangi karena kita punya latar belakang sejarah yang tinggi di sini. Jadi kita pertahankan dan pertunjukan di sini kalau dengan latar belakang candi ini sangat luar biasa karena candi sudah bagus. Dengan adanya pementasan di sini, saya kira pertunjukannya akan semakin sakral dan hidup,” tandasnya. 

Pantauan Jawa Pos Radar Kediri, ratusan penonton nampak sudah memadati kawasan Candi Tegowangi sejak pukul 18.30.

Selain pertunjukan drama tari, juga ada seni ketoprak yang tak kalah menghibur masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Kediri menyebut ke depannya, acara serupa akan rutin digelar tiap tahun di lokasi yang sama. (ais)

Editor : Andhika Attar Anindita
#kediri #Candi Tegowangi #seni #art