Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Mitos Burung Kedasih: Benarkah Tanda Kematian, Sial, dan Hal Mistis?

Khansa Dhiya Ramadhania • Selasa, 5 Mei 2026 | 15:57 WIB
Burung Kedasih. beberapa mitos yang mengelilinginya
Burung Kedasih.

JP Radar Kediri – Burung kedasih atau Asian Koel kerap terdengar suaranya pada pagi maupun malam hari.

Kicauannya yang melengking sering menarik perhatian sekaligus memunculkan berbagai anggapan di tengah masyarakat luas.

Di sejumlah daerah, burung ini tidak hanya dipandang sebagai satwa biasa yang hidup di alam. Kehadirannya juga kerap dikaitkan dengan mitos yang berkembang secara turun-temurun dari generasi ke generasi.

Dari sudut pandang ilmiah, burung kedasih memiliki fungsi suara yang jelas dan terukur. Kicauan tersebut digunakan sebagai alat komunikasi antarindividu dalam satu spesies.

Baca Juga: Bukan Migrasi Burung Biasa, Inilah Rahasia di Balik Pola Terbang Si Pipit Hitam yang Menakjubkan

Burung ini biasanya aktif bersuara saat musim kawin untuk menarik pasangan. Aktivitas tersebut merupakan bagian alami dari siklus reproduksi yang umum terjadi pada banyak jenis burung.

Dengan demikian, suara kedasih tidak berkaitan dengan hal mistis seperti yang sering dipercaya. Penjelasan ilmiah menunjukkan bahwa perilaku ini sepenuhnya dapat dipahami secara biologis.

Mitos Burung Kedasih

1. Pertanda Kematian

Meski demikian, masyarakat memiliki pandangan berbeda terkait suara burung kedasih. Salah satu mitos yang paling dikenal adalah anggapan bahwa kicauannya menjadi tanda akan datangnya kematian.

Kepercayaan ini muncul terutama ketika suara burung terdengar di dekat rumah orang sakit. Nada suaranya yang panjang dan terdengar sendu dianggap sebagai simbol penjemputan nyawa seseorang.

Anggapan tersebut membuat banyak orang merasa cemas saat mendengar kicauan itu. Situasi menjadi semakin tegang jika dikaitkan dengan kondisi seseorang yang sedang sakit.

Baca Juga: Bukan Karena Suka Ibadah! Inilah Alasan Mengapa Disebut Burung Gereja, Ternyata Ada Sejarah Unik di Baliknya

2. Pembawa Sial

Selain dikaitkan dengan kematian, burung kedasih juga sering dianggap sebagai pembawa sial. Suaranya yang terdengar pada malam hari dipercaya menjadi pertanda akan terjadinya hal buruk.

Beberapa orang merasa tidak nyaman bahkan takut untuk keluar rumah setelah mendengarnya. Mitos ini berkembang luas dan memengaruhi cara pandang masyarakat terhadap burung tersebut.

Akibatnya, burung kedasih sering diidentikkan dengan energi negatif. Padahal, tidak ada bukti ilmiah yang mendukung anggapan tersebut.

3. Pertanda Kehilangan

Mitos lain menyebutkan bahwa burung kedasih merupakan simbol kehilangan. Kicauannya dipercaya sebagai isyarat akan hilangnya sesuatu yang berharga dalam waktu dekat.

Baik kehilangan orang terdekat maupun benda penting, semuanya sering dikaitkan dengan suara burung ini. Kepercayaan ini semakin memperkuat kesan misterius yang melekat pada kedasih.

Bagi sebagian masyarakat, suara tersebut menjadi peringatan yang menimbulkan rasa waswas. Hal ini menunjukkan kuatnya pengaruh budaya terhadap persepsi manusia.

Baca Juga: Bikin Melongo! Intip Pesona Burung dengan Corak Sayap Paling Langka di Dunia, Warnanya Bisa Berubah-ubah?

4. Jelmaan Makhluk Halus

Ada pula cerita yang menyebut burung kedasih sebagai jelmaan makhluk gaib. Hal ini muncul karena suaranya sering terdengar di tempat sepi atau waktu tertentu.

Kondisi tersebut memicu imajinasi masyarakat yang mengaitkannya dengan dunia supranatural. Akibatnya, kehadiran burung ini dianggap bukan fenomena alam biasa.

Kepercayaan tersebut berkembang melalui cerita rakyat yang diwariskan secara lisan. Cerita-cerita ini kemudian membentuk persepsi kolektif masyarakat.

5. Kicauan sebagai Rintihan Dendam

Dalam cerita rakyat, burung kedasih digambarkan sebagai sosok yang penuh kesedihan. Konon, burung ini berasal dari manusia yang mengalami pengkhianatan dan kemudian dikutuk.

Akibatnya, ia harus hidup sebagai burung yang terus merintih sepanjang waktu. Suaranya pun dianggap sebagai ungkapan kesedihan yang mendalam dan menyayat hati.

Kisah ini membuat banyak orang merasa merinding saat mendengar kicauannya. Narasi tersebut memperkuat citra burung kedasih sebagai makhluk yang sarat makna emosional.

Baca Juga: Jangan Salah Sangka! Muncul di Kediri, Begini Cara Mengenali Ciri-Ciri Burung Berkik si Pengembara Antarbenua

Beragam mitos tentang burung kedasih menunjukkan kuatnya pengaruh budaya dalam membentuk persepsi masyarakat.

Suara yang sebenarnya alami dapat dimaknai berbeda tergantung kepercayaan yang berkembang.

Sebagai masyarakat modern, penting untuk menyikapi hal ini secara rasional dan terbuka. Dengan memahami penjelasan ilmiah, kita dapat menikmati suara burung kedasih tanpa rasa takut berlebihan.

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran  WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

Editor : Shinta Nurma Ababil
#Fakta Burung Kedasih #Mitos Burung #burung pertanda kematian #burung kedasih #mitos burung kedasih