JP Radar Kediri - Desa Kawedusan tidak hanya dikenal dengan ikon Tugu Garudanya.
Desa ini juga memiliki tradisi rutin yang digelar setiap tahun. Tujuannya untuk menyambut bulan Sura. Yakni Kirab Budaya menuju Punden Boto Putih.
Tradisi kirab ini tercatat sudah dilaksanakan sejak 90-an. Agenda tahun ini diikuti oleh lebih dari dua ribu peserta.
Terdiri dari warga desa, sesepuh wilayah Kediri, hingga pelajar mulai tingkat TK, SD, SMP, hingga SMA beserta wali murid.
“Ini merupakan agenda rutin setiap tahun karena kami mengikuti anjuran Kediri Berbudaya,” ungkap Kepala Dusun Dawuhan, Agus Herlambang.
Baca Juga: Tahlilan Kubro, Tradisi Menyambut Ramadan di Desa Donganti Plosoklaten Kediri
Rincian peserta kirab kali ini cukup beragam. Selain warga masyarakat desa dan tamu dari Jogja, sekolah juga terlibat. Tercatat ada sekitar 200 peserta dari tingkat SMA, 200 peserta SMP, dan 300 peserta dari tingkat SD di wilayah Desa Kawedusan.
Pelaksanaan kirab budaya dimulai dari Balai Desa Kawedusan menuju Punden Boto Putih. Lokasi tersebut merupakan makam Ki Ageng Boto Putih dan keturunannya yang dipercaya sebagai leluhur desa. Selain untuk kirab budaya, punden ini juga kerap digunakan warga untuk ritual nyadran.
Baca Juga: Situs Tondowongso Kediri, Warisan Mpu Sindok yang Kini Jadi Destinasi Edukasi Sejarah
Dalam kirab yang digelar di bulan Sura ini, para peserta kompak mengenakan pakaian adat Jawa bermotif lurik dan pakaian lengkap beserta aksesoris bagi yang bertugas. Dalam acara itu juga ada para penabur bunga dan penampilan seni tari di sepanjang rute.
“Warga sangat antusias mengikuti acara ini. Apalagi sekarang anak-anak sekolah semua sudah punya baju lorek sendiri, kalau dulu ya harus sewa,” tandas Agus.
Editor : Andhika Attar Anindita