Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Tahlilan Kubro, Tradisi Menyambut Ramadan di Desa Donganti Plosoklaten Kediri

Diana Yunita Sari • Kamis, 9 April 2026 | 23:53 WIB
Tahlilan Kubro, tradisi rutin Desa Donganti menyambut ramadhan (Diana Yunita)
Tahlilan Kubro, tradisi rutin Desa Donganti menyambut ramadhan (Diana Yunita)

JP Radar Kediri - Pemdes Donganti tetap teguh menjaga tradisi turun-temurun. Menjelang datangnya bulan Ramadan, warga setempat rutin menggelar Tahlilan Kubro. Acara ini dipusatkan di area pemakaman Desa Donganti. Kegiatan ini menjadi momentum bagi warga untuk menghormati sekaligus mengirim doa bagi para leluhur.

Acara biasanya dilaksanakan dua hari sebelum Ramadan. Dimulai sejak pukul 06.00 hingga 11.00 WIB. Suasana khidmat menyelimuti pemakaman saat warga berkumpul untuk mengaji, khataman Al-Qur'an, dan membawa ambengan (berkat makanan).

Baca Juga: Antusias Berebut Gunungan Ketupat, Jadi Tradisi Tahunan Warga Desa Sidomulyo

“Kegiatan ini diikuti oleh jemaah yasin, perangkat desa, tokoh agama, hingga masyarakat umum. Setelah pelaksanaan Tahlil Kubro, warga biasanya melanjutkan tradisi ‘maleman’ di musala masing-masing untuk kembali mendoakan leluhur,” ungkap Sekretaris Desa Donganti Okyck Yola Putra Arigo.

Tak hanya tradisi religi menyambut Ramadan, Desa Donganti juga memiliki tradisi bersih desa yang dilaksanakan untuk menyambut Hari Kemerdekaan atau bulan Sura. Meski pesertanya tidak sebanyak Tahlilan Kubro, Punden Boto Putih memiliki nilai sejarah yang kuat. Lokasi tersebut dipercaya masyarakat sebagai salah satu petilasan Raja Sri Aji Jayabaya.

Baca Juga: Kesenian Tradisional di Desa Menang Kediri Tetap Eksis, dari Karawitan hingga Batik

“Punden itu sudah lama ada di sana. Bahkan saat momen Suroan, ada rombongan dari yayasan di Jogja yang datang ke sini. Setelah mereka berziarah ke Desa Menang yang dikenal sebagai petilasan Jayabaya, mereka menyempatkan diri datang ke Punden Boto Putih ini,” jelas Okyck mengenai kaitan sejarah desa dengan sang raja Kediri itu.

Pemdes berharap tradisi rutin ini terus dilestarikan oleh masyarakat agar mereka tidak melupakan akar budaya dan penghormatan kepada para leluhur.

Editor : Andhika Attar Anindita
#desa donganti #kabupaten kediri #Kearifan Lokal Adat dan Budaya #kecamatan plosoklaten #kearifan lokal