JP Radar Kediri - Desa Menang juga dikenal dengan berbagai kesenian yang dimiliki. Terutama kesenian tradisional. Mulai dari karawitan, jaranan, tayub, batik, hingga wayang yang pelakunya merupakan warga asli setempat.
Beberapa diantaranya adalah Yuli Subagyo, pelatih karawitan yang muridnya banyak yang berasal dari luar desa. Dia juga sering menjadi pelatih di perkumpulan karawitan lain.
“Banyak seniman di Desa ini dan ada yang turun temurun juga. Seperti jaranan, pembatik, hingga pelukis wayang di kaca,” ujar Sekretaris Desa Menang Hartono.
Uniknya, mayoritas seniman di desa ini lahir secara alamiah. Hartono menyebut mayoritas pelaku seni belajar secara mandiri atau otodidak. Eksistensi para seniman ini pun mendapat ruang khusus dari Pemdes Menang.
Setiap agenda rutin Bersih Desa, Pemdes selalu memprioritaskan seniman lokal untuk tampil. Tak hanya di panggung desa, jam terbang para seniman Menang sudah menembus lintas daerah.
“Kalau di luar agenda rutin, mereka sering diundang untuk mengisi hajatan. Mulai dari lingkungan desa sendiri, luar desa, sampai ada yang ke luar daerah,” ucapnya.
Seni di desa ini memang berkaitan erat dengan adat. Karawitan, misalnya adalah pengiring Kirab Suroan yang legendaris di Petilasan Sri Aji Jayabaya. Alunan gamelan seniman lokal menjadi musik kunci saat mengiringi kirab dari Balai Desa menuju Pamuksan dan Sendang Tirto Kamandanu. Selain itu, musik tradisional ini juga rutin mengiringi Tari Gambyong dalam berbagai upacara sakral.
Namun, para seniman kini menghadapi tantangan baru. Seiring meningkatnya kesadaran budaya, saat ini hampir setiap desa memiliki grup kesenian sendiri. Salah satunya jaranan. Kondisi ini membuat intensitas panggilan untuk tampil tak lagi seramai dulu
“Ya dengan agenda rutin seperti kirab budaya dan bersih desa diharapkan agar warisan budaya ini tidak hilang ditelan zaman,” pungkas Hartono.
Editor : Andhika Attar Anindita