Hingga saat ini kedua tempat bersejarah tersebut masih ramai dikunjungi wisatawan. Tak hanya warga Kediri namun mayoritas warga dari luar daerah. Seperti Surabaya, Malang, hingga Jogja. Mereka yang datang dengan tujuan dan kepercayaan masing-masing.
“Macam-macam yang memaknainya, ada yang bilang mandi di sendang untuk menghilangkan penyakit, awet muda, dan banyak lagi,” ujar Sekretaris Desa Menang Hartono.
Untuk melestarikan kebudayaan, Pemdes Menang rutin menggelar acara di bulan Sura. Seperti kirab budaya dan bersih desa. Dalam menjalankannya, pemdes membentuk panitia khusus bernama Panitia Ziarah Satu Sura. Kepanitiaan tersebut beranggotakan 10 warga setempat.
Kegiatan panitia tersebut adalah menyiapkan acara. Mulai dari kegiatan upacara, kirab, hingga penyucian pusaka. Tak hanya itu panitia juga bertanggungjawab terhadap pemeliharaan kedua situs. “Kalau pas gaada acara panitia tugasnya ya bersih-bersih, lalu melakukan pengecatan jika dibutuhkan,” jelas Hartono.
Dia menyebut bahwa keberadaan Sendang Tirta Kamandanu dan Petilasan Sri Aji Jayabaya cukup membantu perekonomian warga sekitar. Terutama untuk area parkir dan pelaku UMKM saat acara berlangsung.
Pemdes juga tengah merencanakan pembangunan gapura menuju lokasi Sendang Tirta Kamandanu. Hal tersebut dilakukan karena pintu masuk menuju sendang tidak terlihat dari jalan besar. Pihaknya sudah mengajukan anggaran ke Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Sayangnya belum ada realisasi hingga kini.
Editor : Andhika Attar Anindita