Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Punden Pesapen: Dari Sumur Kerbau hingga Status Cagar Budaya, Mengungkap Jejak Spiritual di Surabaya

Redaksi Radar Kediri • Minggu, 7 Desember 2025 | 06:40 WIB
Punden Pesapen dengan akar gantung dan kolam tuanya
Punden Pesapen dengan akar gantung dan kolam tuanya

JP Radar Kediri- Di tengah dinamika kota Surabaya yang modern, terdapat sebuah situs yang sarat makna spiritual—Punden Pesapen di Kelurahan Sumur Welut. Lokasi ini bukan sekedar titik geografis, melainkan ruang yang menyimpan sejarah panjang, kisah-kisah lokal, serta kepercayaan masyarakat. Keberadaannya berawal dari sebuah sumur tua yang tak pernah kering, yang kemudian menjadi pusat cerita hingga akhirnya diakui sebagai cagar budaya oleh pemerintah kota.

Asal-usulnya terkait dengan sumur kuno yang sudah ada sejak masa lampau, dengan pembuat yang tidak diketahui. Pada tahun 1974, warga berupaya memperbaiki sumur tersebut. Namun, hal yang janggal terjadi: setiap kali pekerjaan selesai pada hari Sabtu sore, keesokan harinya sumur itu kembali runtuh. Kejadian ini terulang tiga kali hingga warga menyadari bahwa tempat itu memiliki “keistimewaan”. Salah seorang warga kemudian melakukan rekonstruksi, dan dari proses tersebut muncullah pemahaman bahwa sumur tersebut merupakan mata air alami yang dahulu digunakan untuk memandikan kerbau.

Nama “Pesapen” diyakini berasal dari kata “pesepen”, yaitu tempat untuk menyepi atau bertapa. Di bawah naungan pohon besar di dekat sumur, masyarakat sering melakukan ritual dengan membawa sesajen dan membakar kemenyan. Tradisi ini terutama dilakukan oleh mereka yang memiliki niat atau harapan penting, seperti ingin memperoleh jabatan tertentu. Salah satu cerita yang terkenal adalah kisah seorang calon bupati Sidoarjo yang dipercaya mencapai posisinya setelah melakukan ritual khusus di punden ini dengan mematuhi sejumlah pantangan, termasuk larangan membawa cahaya.

Baca Juga: Lestarikan Tradisi dan Budaya, Pemdes Janti Kediri Rangkul Generasi Muda melalui Jaranan Turonggo Seto

Beragam cerita spiritual juga memperkaya narasi Punden Pesapen. Sebuah blog pernah menuliskan pengalaman Tim Jawa Pos bersama seorang praktisi spiritual, Bambang Hadi Purnomo, yang mengklaim melakukan interaksi dengan entitas gaib di lokasi tersebut. Dalam cerita itu disebutkan bahwa punden dilindungi sosok ular besar dan makhluk gaib lain, serta memiliki keterkaitan sejarah dengan Giri Kedaton. Bahkan dikisahkan bahwa sumber airnya ditemukan oleh rombongan dari Giri Kedaton menggunakan batok kelapa dan diberi nama “sumur panguripan”, yang dipercaya memiliki energi penyembuhan. Namun sesepuh kampung menegaskan bahwa sebagian narasi tersebut tidak sesuai dengan kenyataan dan merupakan hoaks.

Terlepas dari mitos yang berkembang, terdapat fakta menarik yang dapat dibuktikan: air sumur Pesapen tidak pernah mengering, bahkan pada musim kemarau yang panjang. Hingga kini, airnya masih dimanfaatkan warga untuk berbagai kebutuhan, mulai dari minum hingga mandi. Pada tahun 2022, Pemerintah Kota Surabaya mengukuhkan Punden Pesapen sebagai cagar budaya, suatu langkah penting untuk menjaga tradisi lokal dan mendukung pengembangan wisata berbasis sejarah dan budaya.

Baca Juga: Menelusuri Sejarah dan Budaya Kediri: 6 Museum Edukatif Terbaik di Kediri yang Wajib Dikunjungi

Perjalanan Punden Pesapen dari ruang ritual hingga menjadi kawasan cagar budaya menunjukkan bagaimana tradisi dapat bertahan dan bertransformasi seiring zaman tanpa kehilangan makna dasarnya. Kini, punden ini tidak hanya berfungsi sebagai ruang meditasi dan ritual, tetapi juga sebagai penghubung antara masa lalu dan masa kini, serta wadah edukasi bagi generasi berikutnya. Keberadaannya membuktikan bahwa di tengah arus modernisasi, masyarakat Surabaya tetap mampu merawat identitas budaya melalui situs-situs pelestarian seperti Punden Pesapen.

Penulis adalah Dita Amelia Ningsih Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya. Untuk mendapatkan berita- berita terkini  Jawa Pos  Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

Editor : rekian
#punden pesapen #tempat sakral #Jejak Budaya #budaya jawa #cagar budaya #sejarah Surabaya