JP Radar Kediri–Ratusan pendekar dari berbagai daerah di Jawa Timur adu skill tarung bebas di ajang pencak dor, Sabtu (8/11) malam. Acara yang digelar di Omah Sawah, Kelurahan Burengan, Pesantren itu disaksikan oleh belasan ribu orang yang mayoritas merupakan anggota dari perguruan silat yang pendekarnya tampil di genjot alias arena.
Dilansir dari Jawa Pos Radar Kediri, belasan ribu penonton menyemut mengelilingi gelanggang. Bagi yang tidak bisa melihat dari dekat, mereka bisa menyaksikan aksi pendekar yang berlaga lewat layar yang dipasang di beberapa titik.
“Penonton dan yang ikut tanding tidak hanya dari area Kediri saja. Ada pula dari Tulungagung, Blitar, Nganjuk, bahkan Bojonegoro dan Surabaya. Mereka sudah datang sejak sore,” ujar Kadiyat, ketua panitia pencak dor.
Acara yang digelar dalam rangkaian peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2025 itu, lanjut Kadiyat, sekaligus untuk melestarikan tradisi asli Kediri. Pencak dor merupakan warisan dari Kiai Maksum Jauhari atau yang akrab disapa Gus Maksum dari Ponpes Lirboyo. “Pendirinya pencak dor ini Gus Maksum. Makanya kami lestarikan agar penerus bangsa tidak lupa dengan akar budayanya,” terang Kadiyat.
Pencak dor, terang Kadiyat, juga jadi sarana untuk mempererat tali persaudaraan antarperguruan. Meski di atas ring para pesilat menjadi lawan, saat turun mereka harus kembali akur alias menjadi kawan.
“Tujuan utamanya bagaimana Kediri tetap kondusif. Di atas ring boleh bersaing, tapi semangatnya adalah persaudaraan. Menjadi pendekar sejati itu yang berjiwa sportif dan damai,” tuturnya.
Agar Aman, Lokasi Pencak Dor Dijaga Ratusan Aparat dari Polres Kediri Kota, Brimob, dan Kodim
Untuk memastikan acara berjalan aman, menurut Kadiyat panitia tidak hanya melibatkan Polres Kediri Kota saja dalam pengamanan. Melainkan juga Brimob Detasemen C Kediri, hingga Kodim 0809 Kediri. Sedikitnya ada 300 personel yang melakukan pengamanan di dalam dan di luar.
Acara yang digelar hingga pukul 00.00 itu diikuti oleh ratusan pendekar. Total ada 30 pendekar senior yang berlaga di partai inti. Kemudian, untuk peserta yang timbang badan ada 75 partai atau 150 pendekar. “Yang bisa naik ring (pendekar yang timbang badan) hanya 60 partai karena dibatasi jam 00.00 harus selesai,” tandasnya.
Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati Sebut Pencak Dor Warisan Budaya
Terpisah, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menyebut pencak dor bukan sekadar tarung bebas. Melainkan merupakan warisan budaya asli Kediri yang diinisiasi oleh sosok karismatis Gus Maksum. “Dari beliau kita bisa belajar banyak. Mulai dari sportivitas hingga kebersamaan. Pencak dor ini adalah cerminan semangat luhur masyarakat Kediri,” paparnya.
Vinanda mengatakan, seluruh pendekar sudah didata dan mendapat asuransi untuk menjamin keselamatan mereka. “Keselamatan dan kemanusiaan menjadi prioritas utama dalam setiap kegiatan budaya yang digelar di Kota Kediri,” tegasnya. (*)
Editor : Mahfud