KEDIRI, JP Radar Kediri- Di Desa Senden, Kecamatan Kayen Kidul, terdapat sebuah padepokan yang menjadi tempat anak-anak tekun berlatih seni tari, pedalangan, dan karawitan.
Namanya Padepokan Cipto Mudha Laras, didirikan oleh Ki Harjito Mudho Darsono, seorang dalang sekaligus pewaris kesenian Wayang Krucil.
Padepokan ini berdiri sejak tahun 2014. Hingga kini, Cipto Mudha Laras memiliki sekitar 100 anggota aktif dari berbagai jenjang. Mulai dari usia TK hingga mahasiswa.
Anggotanya tidak hanya berasal dari Desa Senden, tetapi juga dari berbagai daerah lain. "Awal berdirinya itu tahun 2014, waktu itu karena saya sering berpindah-pindah sanggar menari.
Jadi ayah memutuskan ingin membuat sanggar sendiri," ungkap Ciptaningsih Galuh, putri dari Ki Harjito.
Padepokan yang berlokasi di pendopo samping rumah Ki Harjito, tepatnya di Dusun Maron, Desa Senden ini sudah memiliki izin legal dengan badan hukum sejak tahun 2018.
Jadwal latihan untuk tari adalah setiap hari Jumat dan Sabtu. Sementara karawitan dilangsungkan setiap hari Rabu. Biaya yang dikenakan per pertemuan sangat terjangkau. Yaitu hanya Rp 5 ribu.
"Dulu awalnya satu bulan Rp 50 ribu, tapi karena banyak anak yang tidak rutin hadir jadi diputuskan bayar setiap datang saja Rp 5 ribu," jelasnya.
Jenis tari yang diajarkan adalah tari klasik. Seperti Tari Remong, Tari Gambyong, dan Tari Pendet. Padepokan memiliki pelatih tetap untuk tari, yang juga dibantu oleh alumni sanggar.
Untuk mengukur kemampuan para anggota, padepokan mengadakan penilaian atau uji kompetensi setiap satu semester sekali.
"Sama seperti anak sekolah, di sini juga ada uji kompetensi untuk mengukur pemahaman anggota. Jadi nanti mereka praktik dan dinilai, ada rapornya juga," kata wanita lulusan Universitas Udayana ini.
Padepokan Cipto Mudha Laras juga memiliki agenda rutin seperti Jemasan Pusaka. Yaitu pembasuhan dan perawatan pusaka di Bulan Suro.
Selain itu, padepokan sering mengadakan pagelaran budaya di pendoponya dan tampil di berbagai acara penting di Kediri.
"Kita dua tahun berturut-turut bekerja sama dengan UM (Universitas Negeri Malang) untuk menggelar acara Kampung Panji di sini," pungkasnya.
Editor : Andhika Attar Anindita