Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Lomba Mewarnai dan Kesenian Jemblung Tutup Museum Exhibition 2025 Kediri

Ayu Ismawati • Senin, 1 September 2025 | 05:04 WIB

ANTUSIAS: Peserta loma mewarnai tampak fokus memberi warna pada kertas gambarnya.
ANTUSIAS: Peserta loma mewarnai tampak fokus memberi warna pada kertas gambarnya.
KEDIRI, JP Radar Kediri- Setelah tiga hari digelar, Museum Exhibition 2025 ditutup dengan lomba mewarnai dan berbagai pertunjukan seni. Kemarin, merupakan hari terakhir dari rangkaian pameran budaya dan sejarah yang berlangsung di Taman Sekartaji.

Pemerintah Kota Kediri pun menyampaikan rasa terima kasihnya atas antusiasme masyarakat Kota Kediri yang ikut gelaran Museum Exhibition 2025. Eksebisi itu ditutup dengan rangkaian kegiatan yang tak kalah menarik dari hari-hari sebelumnya.

Dimulai dengan lomba mewarnai yang diikuti puluhan pelajar SD di pagi hari. Di sana, puluhan pelajar itu antusias mengikuti lomba mewarnai selama dua jam di tengah ruang terbuka hijau (RTH) itu. Kemudian dilanjutkan pertunjukan tari dari empat sanggar tari di Kediri.

Selain itu, ada pula workshop dari komunitas pegiat budaya dan kesenian ‘Omah Panji’. Masyarakat pun antusias belajar dan praktik langsung teknik jahit lipat khas Jepang. Di hari yang sama, juga digelar awarding pemenang lomba. Mulai dari lomba menyanyi solo anak, lomba mewarnai, hingga lomba foto dan video pendek.

“Kami juga mengundang pelaku kesenian Jemblung untuk tampil di acara ini. Kesenian Jemblung ini merupakan salah satu budaya khas Kediri yang pusatnya ada di Kelurahan Lirboyo,” ujar Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Kediri Zachrie Ahmad.

Pria yang akrab disapa Ayik itu pun menyampaikan terima kasihnya terhadap antusiasme masyarakat. Selama tiga hari pameran, menurutnya banyak pengunjung yang nampak aktif bertanya tentang koleksi-koleksi benda bersejarah. Baik dari museum-museum se-Jawa Timur yang berpartisipasi maupun dari komunitas sejarah.

Hal itu sejalan dengan upaya Pemkot Kediri memberikan edukasi kepada masyarakat tentang sejarah. Dalam hal ini, memperluas wawasan masyarakat tentang sejarah dan budaya Kediri dan sekitarnya.

“Antusias masyarakat untuk datang dan melihat koleksi-koleksi yang dipamerkan tinggi. Pengunjung juga antusias berdialog dengan petugas museum untuk menjelaskan koleksi yang dipamerkan,” tandasnya.

Untuk diketahui, museum exhibition tahun ini merupakan gelaran kedua yang berlangsung di Taman Sekartaji. Pameran bersama ini diikuti delapan museum di Jawa Timur. Yaitu, Museum Song Terus, Pacitan; Museum Etnografi dan Pusat Kajian Kematian UNAIR Surabaya; dan Museum Islam Indonesia KH Hasyim Asy’ari, Jombang. Lalu, Museum Daerah Tulungagung; Museum Penataran, Kabupaten Blitar; Museum Anjuk Ladang, Nganjuk; Museum Sri Aji Jayabaya, Kabupaten Kediri; serta Museum Airlangga, Kota Kediri.

Selain pameran koleksi terbaik museum-museum di Jawa Timur, ada enam komunitas dan kolektor sejarah yang juga ikut meramaikan eksebisi itu. Termasuk koleksi buku-buku lama dan alat cetak milik Tan Khoen Swie, penerbit buku legendaris Kota Kediri dari akhir abad ke-19. Melalui eksebisi itu, untuk pertama kalinya bukti sejarah yang selama ini dirawat oleh cicit Tan Khoen Swie, drg Jojo Sutjahjo Gani, itu dipamerkan untuk publik.

Baca Juga: Pemdes Pasang Lampu Penerangan Baru, Terangi Jalan Menuju Situs Semen Kediri

Dengan antusiasme pengunjung, Ayik mengatakan pemkot berupaya terus menghadirkan event serupa. Yang nantinya akan dihadirkan dalam kemasan berbeda yang lebih menarik bagi masyarakat.

Untuk mendapatkan berita- berita terkini  Jawa Pos  Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

Editor : rekian
#kediri #Budaya dan Sejarah #kesenian #lomba mewarnai #Museum Exhibition