Dalam sambutannya, Vinanda mengatakan acara ini digelar sebagai wujud nyata upaya pemerintah mengenalkan dan melestarikan budaya, sejarah, dan warisan leluhur kepada masyarakat. Tak terkecuali kepada generasi muda.
"Museum ini punya peran strategis dalam merawat dan menunjukkan benda-benda bersejarah. Dan kami berharap masyarakat bisa mengerti dan mengenal lagi berbagai koleksi sejarah yang ditampilkan di sini," ujar Vinanda.
Apalagi, peradaban saat ini tak lepas dari pengaruh para pendahulu bangsa. Melalui pameran ini menurutnya juga menjadi momentum masyarakat untuk mengenang dan mempelajari jejak sejarah yang mengukir masa kini.
"Saya berharap setiap tahun acara seperti ini bisa semakin meriah. Dan tahun depan semakin banyak lagi yang berpartisipasi," harapnya.
Setelah membuka acara, Vinanda didampingi Wakil Wali Kota Qowimuddin Thoha nampak mengunjungi stan-stan museum dan komunitas. Dalam pameran itu, ada delapan museum di Jawa Timur dan enam komunitas sejarah yang berpartisipasi.
Salah satunya koleksi dari perusahaan penerbitan buku legendaris dari Kota Kediri, Boekhandel Tan Khoen Swie. Koleksi buku-buku lama dan alat cetak buku zaman dulu milik Tan Khoen Swie itu selama ini dirawat oleh cicitnya, Dr Jojo Sutjahjo Gani.
Saat meninjau stan Tan Khoen Swie, Vinanda juga berbincang dengan pria yang akrab disapa Dr Gani itu. Wali kota termuda se-Indonesia itu juga nampak membaca beberapa koleksi buku lama terbitan Boekhandel Tan Khoen Swie.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : rekian