Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Museum Exibition Mulai Besok! Wayang Jemblung Siap Hibur Pengunjung

Ayu Ismawati • Kamis, 28 Agustus 2025 | 15:43 WIB

 

Plat yang biasa digunakan Tan Khoen Swie untuk mencetak buku juga akan dipamerkan di Museum Exhibition mulai Jumat (29/8) hingga Minggu (31/8) nanti.
Plat yang biasa digunakan Tan Khoen Swie untuk mencetak buku juga akan dipamerkan di Museum Exhibition mulai Jumat (29/8) hingga Minggu (31/8) nanti.

JP Radar Kediri-Pameran museum terbesar di Kediri, Museum Exhibition 2025, akan digelar mulai Jumat besok (29/8). Selain koleksi delapan museum di Jawa Timur dan berbagai benda bersejarah dari para kolektor serta komunitas sejarah, akan ada banyak hiburan dan perlombaan yang bisa diikuti dan disaksikan pengunjung.

Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Kediri Zachrie Ahmad mengatakan, Museum Exhibition 2025 juga akan dimeriahkan dengan panggung hiburan. Sehingga, masyarakat tidak hanya bisa melihat berbagai koleksi benda bersejarah dari museum dan komunitas saja. Melainkan juga menyaksikan penampilan dari pelaku seni budaya Kediri.

“Termasuk nanti ada Wayang Jemblung yang akan kami tampilkan. Kemudian juga ada band pelajar di Kota Kediri yang akan tampil,” ujar pria yang akrab disapa Ayik itu.

Tak hanya itu, sanggar-sanggar tari juga akan berpartisipasi dengan menampilkan karya terbaiknya. Sehingga, masyarakat tidak hanya bisa belajar sejarah saja. Melainkan juga mengapresiasi seni budaya lokal agar bisa terus lestari.

“Nanti juga ada lomba-lomba seperti mewarnai (untuk anak usia 8-11 tahun), fotografi, dan video pendek. Sehingga acara ini bisa dinikmati oleh masyarakat dari segala usia,” terang Ayik. 

Untuk diketahui, Museum Exhibition 2025 digelar selama tiga hari mulai 29 – 31 Agustus 2025. Pameran itu akan digelar di Taman Sekartaji mulai pukul 09.00 – 21.00. Dengan mengusung tema ‘Kolaborasi menuju Kota Kediri MAPAN’, pameran bersama itu akan melibatkan delapan museum di Jawa Timur yang ikut berpartisipasi memamerkan koleksi-koleksi terbaiknya. 

Yaitu, Museum Song Terus, Pacitan; Museum Etnografi dan Pusat Kajian Kematian UNAIR Surabaya; dan Museum Islam Indonesia KH Hasyim Asy’ari, Jombang. Lalu, Museum Daerah Tulungagung; Museum Penataran, Kabupaten Blitar; Museum Anjuk Ladang, Nganjuk; Museum Sri Aji Jayabaya, Kabupaten Kediri; serta Museum Airlangga, Kota Kediri.

Rencananya, pameran itu akan dibuka oleh Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati, besok malam (29/8). Namun, masyarakat sudah bisa mengunjungi ekshibisi mulai Jumat sore. 

Selain koleksi museum-museum se-Jatim, pameran itu juga akan diikuti enam komunitas dan kolektor sejarah. Salah satunya koleksi buku-buku lama dan alat cetak buku peninggalan Tan Khoen Swie yang untuk pertama kalinya dibawa ke pameran. Koleksi-koleksi itu sekaligus menunjukkan jejak peradaban Kota Kediri puluhan tahun lalu. Tepatnya terkait perkembangan literasi melalui perusahaan percetakan buku Boekhandel Tan Khoen Swie milik Tan Khoen Swie yang berjaya pada akhir abad ke-19 lalu.

Selain koleksi Tan Khoen Swie, ada pula sejarah peninggalan era Kerajaan Kediri yang akan ditampilkan Komunitas Pelestari Sejarah dan Kebudayaan (PASAK). Kemudian, komunitas yang berpartisipasi juga meliputi Tapak Jejak Kadiri, Omah Panji, Perupa Kediri, Omah Suket, hingga komunitas Panji Kahuripan.

“Ini tidak hanya sekadar pameran. Tetapi juga sarana untuk menambah pengetahuan tentang sejarah, termasuk sejarah Kediri juga,” imbuh Ayik. (ais/ut)

Editor : Mahfud
#wayang jemblung #pameran museum