Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Cetasss, Gus Qowim Ingin Pecut Samandiman Kota Kediri Membumi 

Emilia Susanti • Senin, 4 Agustus 2025 | 16:54 WIB

GENERASI PENERUS: Bocah SD memanikan pecut di Lomba Cipta Kreasi Tari Pecut Samandiman.
GENERASI PENERUS: Bocah SD memanikan pecut di Lomba Cipta Kreasi Tari Pecut Samandiman.
KEDIRI, JP Radar Kediri- Kawasan Gua Selomangleng mendadak ramai kemarin (3/8). Ratusan orang berkumpul menyaksikan lomba Cipta Tari Kreasi Pecut Samandiman yang digelar sekitar pukul 10.00.  

Di acara itu, hadir pula Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin Thoha. Pria yang akrab disapa Gus Qowim juga ikut memainkan pecut berukuran panjang. Cetaaas, bunyi Pecut Samandiman menjadi tanda dimulainya kegiatan yang menjadi rangkaian kegiatan Hari Jadi ke-1.146 Kota Kediri. 

Dalam sambutannya, dia menyampaikan, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menginginkan hal baru. Perlu ada inovasi agar kesenian Pecut Samandiman bisa  bertahan dan terus eksis.

“Kalau kita ingin bertahan dan tetap lestari, ya harus ada sesuatu yang baru,” ujarnya.

Baca Juga: Keseruan ketika Belasan Sanggar Ikuti Lomba Pecut Samandiman di Goa Selomangleng Kota Kediri

Salah satu upaya untuk tetap melestarikan kesenian Pecut Samandiman adalah lewat Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham). Pada 2022 lalu, Pecut Samandiman telah mendapat HAKI. Karenanya, dia mengharapkan kesenian khas Kota Tahu ini bisa menjadi sebuah tradisi yang merakyat.

Filosofi Pecut Samandiman ini berisi tentang semangat dan pantang menyerah. “Itu harus ada di generasi muda kita. Generasi Kota Kediri harus tau apa itu Pecut Samandiman dan nilai-nilai apa yang ada di dalam Pecut Samandiman ini,” tuturnya.

Baca Juga: Pemkab Kediri Pertimbangkan Masukan Agar Museum Sri Aji Jayabaya Ramah Disabilitas

Sementara, Lomba Cipta Tari Kreasi Pecut Samandiman diikuti 14 peserta dari beberapa daerah. Mulai dari Jombang, Blitar, Kabupaten Kediri, dan lainnya. Sementara, daerah lain juga turut meramaikan kegiatan adalah Jember, Probolinggo, Sidoarjo, Jambi, dan Papua.

“Kita harus bangga. Pecut Samandiman harus membumi,” tandas Gus Qowim.

BUKA ACARA: Gu s Qowim memberikan sambutan di Lomba Cipta Kreasi Tari Pecut Samandiman.
BUKA ACARA: Gu s Qowim memberikan sambutan di Lomba Cipta Kreasi Tari Pecut Samandiman.

Terpisah, Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Kediri Zachrie Achmad menekankan pihaknya akan terus mengembangkan kesenian Pecut Samandiman. Salah satunya dengan kreasi tari seperti yang dilakukan dalam kegiatan kemarin. Pasalnya, pengembangan kesenian merupakan sebuah amanat dari Undang-undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.

Baca Juga: Redefinisi Lambang Kota Kediri, Memaknai Ulang Simbol Buto Locoyo dan Macan Putih

“Selain tari, nanti akan dikembangkan lagi menjadi sebuah aksesoris. Lha nanti akan kami kembalikan pada paguyuban untuk membuat sebuah aksesoris, miniatur pecut untuk semacam souvenir, untuk tamu-tamu yang datang di Kediri,” jelas pria yang akrab disapa Ayik ini. 

Lebih lanjut, pihaknya berupaya untuk terus berinovasi untuk mengembangkan Pecut Samandiman. Disisi lain, dia berharap masyarakat luas semakin tahu bahwa Pecut Samandiman merupakan kesenian khas Kota Kediri.

Baca Juga: Arca Totok Kerot di Pagu Kediri Dimandikan dengan Air Bunga dari Tujuh Sumber, Begini Filosofinya

Sementara, Ketua Paguyuban Pecut Samandiman Moh. Hanif melihat kesenian khas Kota Kediri ini semakin diminati oleh masyarakat. Bahkan oleh perempuan dan anak-anak yang tertarik dengan kesenian ini.

“Kalau orang laki-laki mecut itu kan biasa. Tapi kalau perempuan itu luar biasa,” katanya.

Pantauan koran ini, ratusan masyarakat terlihat antusias menyaksikan kesenian Pecut Samandiman. Usai keempat belas peserta menunjukkan kreasinya, kegiatan dilanjutkan dengan memecut secara kolosal. Puluhan orang pun langsung memegang pecutnya masing-masing. Lalu mengayunkan sekeras mungkin untuk mengeluarkan bunyi seperti petasan. Tak ayal, suara pecut terus bersaut-sautan di Goa Selomangleng, Kota Kediri.

Untuk mendapatkan berita- berita terkini  Jawa Pos  Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

 

Editor : rekian
#cipta #Pecut Samandiman #Vinanda #Gus Qowim #kota kediri