Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Pemkab Kediri Pertimbangkan Masukan Agar Museum Sri Aji Jayabaya Ramah Disabilitas

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Minggu, 27 Juli 2025 | 21:10 WIB

 

SEPI: Museum Sri Aji Jayabaya yang pembangunan tahap pertamanya selesai pada 2021. Tahun ini akan berlanjut ke tahap kedua. (Foto: Wahyu Adji)
SEPI: Museum Sri Aji Jayabaya yang pembangunan tahap pertamanya selesai pada 2021. Tahun ini akan berlanjut ke tahap kedua. (Foto: Wahyu Adji)
 

KABUPATEN, JP Radar Kediri- Pengerjaan Museum Sri Aji Jayabaya terus dikebut. Sebagai upaya agar bisa memenuhi tenggat waktu operasional di akhir tahun ini. Prosesnya saat ini adalah penyusunan detail engineering design (DED) interior museum.

Khusus untuk penyusunan DED tersebut, pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri mempertimbangkan masukan dari masyarakat. Salah satunya terkait agar museum bisa ramah pengunjung disabilitas.

“Agar museum juga bisa dilalui kursi roda,” jelas Pelaksana tugas (Plt) Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Mustika Prayitno Adi.

Menurut Mustika, masukan-masukan itu didapat saat berlangsungnya Pameran Temporer Pre-launching Museum Sri Aji Jayabaya Juni lalu. Kemudian dijadikan salah satu acuan untuk menyusun DED.

Untuk diketahui, pameran tata ruang yang dilakukan pada 17 hingga 21 Juni lalu itu sekaligus untuk menjaring aspirasi masyarakat. Masukan dari masyarakat akan jadi panduan dalam penataan artefak dan penataan interior museum.

Masukan yang didapat Disparbud relatif banyak. Beberapa di antaranya menjadi poin penting, seperti soal fasilitas disabilitas.

Aspirasi lainnya adalah terkait label nama benda. Berdasarkan masukan itu, label-label terlalu kecil. Harus dibesarkan agar lebih terlihat dan mudah dibaca.

Ada pula masukan terkait jalur keluar masuk yang perlu diatur. Serta pencahayaan ruangan yang masih kurang.

“Dari beberapa masukan, ini yang urgent,” jelas Mustika.

Untuk saat ini, proses penyelesaian museum yang berada di Desa Menang, Kecamatan Pagu adalah menyelesaikan DED interior. Termasuk terkait penataan artefak yang akan ditampilkan.

Jika proses pengadaan pekerjaan interior lancar, dia memperkirakan pertengahan September bisa memulai pekerjaan. “Targetnya selesai akhir tahun, insya Allah. Doakan agar bisa memenuhi target,” pintanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menyebut bahwa akhir tahun ini museum Sri Aji Jayabaya akan mulai dibuka. Sesuai rencana, bangunan museum terdiri dari dua lantai. Dengan fungsi masing-masing.

Untuk bangunan lantai 1, diperuntukkan memajang benda-benda purbakala.

Sedangkan lantai dua akan jadi museum etnografi.

Jika lantai satu rencananya dibuka akhir tahun ini. Untuk lantai dua akan dibuka tahun depan. (sad/fud)

Editor : Mahfud
#museum #kursi roda #sri aji jayabaya #disabilitas