JP RADAR KEDIRI - Bulan Sura di sistem penanggalan Jawa selalu diwarnai dengan bersih desa. Acara ini digelar oleh banyak desa, termasuk di Kabupaten Kediri.
Salah satunya adalah bersih desa di Desa Tegowangi, Kecamatan Plemahan. Acara ini berlangsung di Jalan Raya Balung No 59, Harjobinangun.
Seperti acara bersih desa lainnya, acara ini juga menjadi ungkapan rasa syukur masyarakat. Terutama kepada Tuhan atas berkah dan hasil bumi yang melimpah.
Acara utama yang paling dinantikan dalam bersih desa ini adalah pertunjukan Wayang Kulit. Kali ini bersama dalang Ki Didik Wibisono. Lakon yang dibawakan adalah "Semar Membawa Kayangan".
Cerita ini menyampaikan pesan spiritual mengenai keikhlasan dan pengabdian. Nilai-nilai yang sangat erat kaitannya dengan filosofi Bersih Desa.
Selain pertunjukan wayang, juga diramaikan penampilan campursari dari Cahyanusawantara. Kelompok musik ini menyanyikan lagu-lagu populer. Seperti Angger Tresno, Sewu Kuto, dan Ati Dudu Wesi.
Suasana semakin hangat ketika warga dari berbagai RT berpartisipasi dalam ritual penyerahan bumi. Sebagai bentuk sedekah bumi dan penghormatan kepada leluhur. Terutama pada momen malam Suro.
Jiono, warga Harjobinangun, mengungkapkan bahwa acara ini menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat.
“Saya setiap tahun ikut lihat. Biasanya ada campursari, kadang dangdut. Tapi lebih dari itu, ini bentuk syukur, murung leluhur, dan doa bersama agar desa selalu aman dan subur,” katanya.
Tidak hanya sebagai hiburan, acara ini juga menjadi momen spiritual dan sosial. Menurut Jiono, tradisi ini sudah berlangsung sejak zaman kakek-nenek mereka.
“Tradisi ini sudah turun-temurun, bahkan sebelum zaman orang tua saya. Dulu dan sekarang tetap ramai, tetap sakral,” tambahnya.
Acara bersih desa ini dihadiri oleh masyarakat umum. Tetapi lebih ditujukan kepada warga setempat sebagai wujud kebersamaan dan gotong royong di antara warga Tegowangi.
Banyak warga yang tampak menikmati suasana sambil menyantap hidangan tradisional bersama keluarga dan tetangga.
Eswadi, Ketua Panitia Bersih Desa, menyampaikan rasa syukurnya atas terselenggaranya acara ini. “Kami berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu menyukseskan pagelaran malam hari ini,” ujarnya dalam sambutan.
Ia menambahkan bahwa kegiatan ini bisa dilaksanakan dengan sehat dan penuh semangat berkat kolaborasi dari berbagai pihak.
“Semoga acara ini membawa rejeki yang lancar, kehidupan yang sehat, dan semangat kebersamaan bagi seluruh masyarakat Tegowangi,” tuturnya.
Ia juga berharap bahwa apa yang telah dilakukan malam itu dapat menjadi awal dari langkah-langkah pembangunan desa di masa depan.
"Semoga suasananya dapat terus terjaga. Pada tahun 2029 mendatang, semoga program desa dapat terus berkembang, baik dalam sektor pariwisata, pertanian, maupun sosial budaya," harapnya.
Acara ini juga dihadiri oleh Camat Plemahan, perwakilan dari Koramil, serta Dinas Pariwisata Kabupaten Kediri yang menyambut baik upaya pelestarian budaya lokal.
Momen ini menjadi bukti bahwa kearifan lokal dapat terus hidup di tengah masyarakat modern.
Tradisi Bersih Desa Tegowangi tidak hanya melestarikan budaya, tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan dan doa untuk menciptakan desa yang sejahtera, sehat, dan lestari bagi generasi yang akan datang.(*)
Editor : Mahfud