KEDIRI, JP Radar Kediri- Memasuki bulan Sura, setiap desa mengadakan kegiatan masing-masing. Tak terkecuali di Desa Kepung.
Desa di Kecamatan Kepung ini memperingati Sura dengan mengadakan acara sedekah bumi bersama warganya.
“Filosofi sedekah bumi bersih Desa Keling ini sebagai wujud harmoni manusia, alam, dan leluhur,” terang Kepala Desa Keling Imam Fatoni melalui Didin Saputro, salah seorang perangkat desa setempat.
Didin menjelaskan bahwa kegiatan sedekah bumi tersebut merupakan bentuk syukur dan doa warga setempat.
“Prosesi inti dari sedekah bumi adalah kirab tumpeng hasil bumi. Ini bukan sekadar parade, melainkan sebuah arak-arakan yang melambangkan,” ujar pria 31 tahun ini.
Kegiatan ini merupakan wujud syukur mendalam kepada Sang Pencipta. Kirab tersebut menjadi ekspresi terima kasih atas rezeki yang dicurahkan sepanjang tahun.
“Ini juga sebagai bentuk semangat gotong royong dan kebersamaan,” kata Didin. Pembuatan tumpeng dan persiapan kirab melibatkan seluruh elemen masyarakat.
Ini menumbuhkan semangat kebersamaan, saling membantu, dan memperkuat ikatan sosial antarwarga.
Setiap hasil bumi yang dibawa adalah hasil kerja keras kolektif. Kemudian disatukan menjadi sebuah persembahan.
Aspek paling unik dan mendalam dalam kegiatan ini adalah penyatuan lima sumber mata air dari penjuru dusun.
Yakni dari Sumber Gua Jegles, Sumber Mbelik Jurang Kromo, Sumber Air di Gentong Masjid Ringinagung, Sumber Kali Kembangan Bukaan, dan Sumur Mbah Moblong Kecik.
Harapannya, tanah di Desa Keling senantiasa subur, terhindar dari bencana, dan memberikan panen yang melimpah.
Editor : Andhika Attar Anindita