Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Seperti Ini Tingkatan Sabuk di IKSPI Kera Sakti, dari Siswa hingga Dewan Guru menurut Ketua Cabang IKSPI Kera Sakti Kota Kediri

Satriya Agung Prakoso • Sabtu, 12 Juli 2025 | 08:10 WIB

 
Mengenal Tingkatan Sabuk di IKSPI Kera Sakti
Mengenal Tingkatan Sabuk di IKSPI Kera Sakti

KEDIRI, JP Radar Kediri– Bagi warga IKSPI Kera Sakti, warna sabuk bukan sekadar penanda tingkatan latihan. Di balik setiap gradasi warna yang melingkar di pinggang, tersimpan filosofi hidup, kedewasaan berpikir, dan tahapan spiritual yang harus ditempuh dalam perjalanan panjang sebagai pendekar sejati.

Perguruan silat yang dikenal dengan jurus kera ini memang tak hanya mengajarkan teknik pertahanan diri, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kedisiplinan dan pengendalian diri.

Ketua Cabang IKSPI Kera Sakti Kota Kediri, Edy Setiono, menyampaikan bahwa ada beberapa tingkatan sabuk dalam IKSPI, yang masing-masing harus ditempuh secara bertahap dengan waktu dan latihan yang tak singkat.

Baca Juga: Sejarah IKSPI Kera Sakti: Perguruan Silat asal Madiun yang Legendaris Mendunia

Tingkatan pertama dimulai dari sabuk hitam, yang diberikan kepada siswa dasar I. Pada fase ini, anggota mulai mengenal dasar-dasar gerakan silat, sekaligus membangun fondasi fisik dan mental. Seragam putih yang digunakan menjadi simbol kesucian niat dalam menempuh jalan beladiri.

Setelah melewati latihan intensif selama enam bulan, anggota naik ke sabuk kuning atau siswa tingkat dasar II. Warna kuning diibaratkan cahaya matahari yang mulai menyinari perjalanan pendekar. Di tahap ini, teknik-teknik dasar mulai diasah lebih serius, sekaligus dibarengi pemahaman awal terhadap strategi bela diri.

Baca Juga: Mengenal Sosok Totong Kiemdarto, Pendiri IKSPI Kera Sakti yang Melegenda

Berikutnya adalah sabuk biru, yang menandakan status sebagai warga tingkat I. Seragam pun berubah menjadi hitam, sebagai tanda kedewasaan dan keteguhan. Di sini, latihan menjadi lebih dalam, mulai dari penguatan teknik hingga latihan meditasi untuk membentuk ketenangan jiwa.

Bagi anggota yang telah dinyatakan matang secara teknik dan spiritual, akan naik ke sabuk merah, atau warga tingkat II. Mereka tak hanya dituntut menguasai teknik lanjutan, tetapi juga menjadi contoh dan mentor bagi adik-adik latihannya.

Puncak perjalanan ini adalah sabuk merah dengan setrip emas, yang dikenal sebagai tingkat Dewan Guru. Sabuk ini hanya diberikan kepada anggota yang sudah sangat senior, memiliki keahlian tinggi, serta diakui mampu membina dan mengembangkan perguruan. Mereka menjadi panutan dalam segala aspek: teknik, spiritual, dan etika.

Baca Juga: Makna Lambang IKSPI Kera Sakti: Bukan Sekadar Logo, Tapi Jadi Filosofi Hidup

Dengan sistem tingkatan yang rapi dan penuh makna, IKSPI Kera Sakti menempatkan pencak silat bukan sekadar ajang fisik, tetapi sebagai laku hidup yang membentuk manusia seutuhnya: kuat secara jasmani, jernih dalam berpikir, dan tajam dalam bertindak.

Untuk mendapatkan berita- berita terkini  Jawa Pos  Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

Editor : rekian
#warga #kediri #siswa #IKSPI #perguruan #kera sakti #Dewan Guru #pencak silat #kota kediri