Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Mengenal Gus Maksum Jauhari, Ulama Sakti Pendiri Pagar Nusa asal Kediri

Satriya Agung Prakoso • Jumat, 11 Juli 2025 | 09:10 WIB

Menganal sosok Gus Maksum Jauhari, pendiri Pagar Nusa
Menganal sosok Gus Maksum Jauhari, pendiri Pagar Nusa

JP Radar Kediri – Sosok KH. Abdullah Maksum Jauhari atau yang dikenal dengan Gus Maksum bukan hanya seorang ulama kharismatik asal Kediri, tetapi juga dikenal luas sebagai pendekar sakti dan pendiri Pagar Nusa, salah satu organisasi pencak silat terbesar di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU).

Dilansir dari laman resmi pagarnusa.or.id, Gus Maksum lahir di Kanigoro, Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri, pada 8 Agustus 1944. Ia merupakan cucu dari KH. Abdul Karim atau Mbah Manaf, pendiri Pondok Pesantren Lirboyo. Sejak kecil, ia sudah dikenal memiliki kemampuan luar biasa, di antaranya dapat melayang dari tiang ke tiang masjid atau melempar kuda seolah-olah hanya melempar sandal.

Baca Juga: Perbedaan Pencak Silat IPSI dan Pencak Dor, Ini Kata Ketua IPSI Kota Kediri

Penampilan Gus Maksum sangat khas dan berbeda dari kebanyakan ulama pesantren. Rambut gondrong, berjenggot lebat, sarung yang digulung tinggi hampir ke lutut, dan sandal bakiak menjadi ciri khasnya. Ia juga menjalani banyak tirakat, salah satunya tidak makan nasi (puasa ngrowot), serta memelihara hewan ekstrem seperti ular, buaya, hingga macan.

Dalam perjalanannya, Gus Maksum belajar dari berbagai guru spiritual dan pendekar dari banyak daerah. Ia dikenal suka mengembara untuk mencari ilmu hikmah dan kanuragan. Beberapa nama besar seperti KH. Jamaludin Batokan, KH. Mahrus Ali, KH. Ilyas Buntet, hingga Habib Baharun pernah menjadi gurunya.

Baca Juga: 13 Perguruan Silat Resmi Tergabung di IPSI Kota Kediri, Ini Daftarnya

Peran terbesarnya adalah saat menggagas lahirnya Pagar Nusa, organisasi pencak silat yang berada di bawah naungan NU. Gagasan itu muncul dari keresahan para ulama dan pendekar NU yang belum memiliki wadah tunggal. Setelah melalui beberapa musyawarah, akhirnya pada 3 Januari 1986 di Pondok Pesantren Lirboyo, Gus Maksum resmi memimpin terbentuknya Pagar Nusa dan menjabat sebagai ketua umum pertama.

Pagar Nusa kemudian diresmikan oleh PBNU pada 16 Juli 1986 dengan dukungan KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sebagai Ketua Umum dan KH. Ahmad Shiddiq sebagai Rais Aam. Sejak saat itu, Pagar Nusa berkembang pesat di berbagai daerah, menjadi simbol perpaduan antara pencak silat, tradisi pesantren, dan semangat kebangsaan.

Baca Juga: Sejarah IPSI, Induk Pencak Silat Indonesia yang Lahir dari Penyatuan Berbagai Aliran

Gus Maksum wafat pada 21 Desember 2003 di kediamannya di Kanigoro dan dimakamkan di kompleks Pondok Lirboyo. Meski telah tiada, semangat perjuangannya tetap hidup melalui ribuan pendekar Pagar Nusa yang tersebar di seluruh Indonesia. Sosok Gus Maksum dikenang tidak hanya sebagai guru silat, tapi juga sebagai tokoh yang menanamkan nilai keberanian, keikhlasan, dan pengabdian untuk agama dan bangsa.

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran  WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

 

Editor : rekian
#kediri #pagar nusa #Nahdlaltul Ulama #ipsi #pencak silat #Gus Maksum